Empat Pejabat di Mentawai Dituntut 4 Tahun Penjara

Covesia.com – Empat terdakwa dalam kasus dugaan korupsi alat-alat kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat tahun 2012 silam, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara masing-masing selama 4 tahun.

Keempat terdakwa yang merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mentawai Warta Siritoitet, Kabid Sarana dan Prasarana Gidion Sinambela, Mantan Kasi Sarana Germinus dan mantan staf Dinas Kesehatan Firdaus ini juga diharuskan oleh JPU Kejaksaan Negeri Tuapejat untuk membayar denda sebesar Rp200 juta.

“Dengan ini menuntut para terdakwa dengan hukuman penjara masing-masing empat tahun, dan denda Rp 200 juta, serta subsider tiga bulan penjara,” tutur JPU Atma, di Pengadilan Tipikor pada sidang yang digelar kemarin.

Sementara itu, dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh diketuai Jamaluddin, JPU juga menuntut terdakwa lain, yakni Efendi Rizal (pihak rekanan), dalam berkas terpisah selama 5 tahun penjara.

“Menuntut terdakwa Efendi Rizal dengan hukuman penjara lima tahun, denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan serta membayar uang pengganti Rp 171 juta dan subsider 2 tahun 6 bulan,” katanya lagi.

Diketahui, terkuaknya kasus yang menjerat para terdakwa dalam kasus ini, diawali ketika dalam auditnya BPKP Sumbar menemukan kerugian keuangan. Dari hasil audit BPKP ada sekitar Rp737 juta kerugian keuangan Negara atas pengadaan Alkes di Mentawai tersebut.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa dituntut JPU dengan pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (adi/bim)

0 Comments

Leave a Comment

ten − 6 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password