Waspada! 386 Kabupaten-Kota Terancam Bahaya Gempa

Covesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bencana geologi, khususnya gempa dan tsunami bersifat mendadak dan bisa kapan saja terjadi di daerah rawan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Kamis (1/1/2015) menjelaskan, sekitar 386 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah penduduk 157 juta jiwa berpotensi terancam bahaya gempa mulai sedang hingga tinggi.

“Bahaya tsunami berpotensi mengancam 233 kabupaten/kota dengan penduduk 5 juta jiwa yang terpapar sedang hingga tinggi. Untuk itu jangan lengah, ancaman bisa terjadi kapan saja,” ucap Sutopo.

Sementara itu, bahaya geologi berupa erupsi gunungapi menurut Sutopo, tercatat 5 kejadian sepanjang tahun 2014. Erupsi Gunung Sinabung (13-9-2013 hingga sekarang), Gunung Kelud (13-2-2014), Gunung Sangeangapi (30-5-2014), Gunung Slamet (13-9-2014), dan Gunung Gamalama (18-12-2014).

“Total akibat erupsi gunungapi itu menyebabkan 24 orang tewas, 128.167 jiwa mengungsi, dan 17.833 rumah rusak,” paparnya.

Bahkan erupsi Gunung Sinabung, lanjut dia, saat ini masih menyebabkan 2.443 jiwa (795 KK) mengungsi di 7 titik. Sebanyak 1.212 jiwa (370 KK) harus direlokasi dalam waktu dekat ini.

Erupsi Gunung Kelud adalah yang fenomenal. Material dilontarkan ke angkasa hingga 17 km. Akibatnya, 7 orang tewas, sekitar 90 ribu orang mengungsi, dan 17 ribu lebih rumah rusak.

Sementara kejadian gempa yang merusak ada 11 kejadian yang menyebabkan 248 orang mengungsi dan 662 rumah rusak. Gempabumi terjadi antara lain di Jateng (25-1-2014) berakibat di Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Purworejo.

Tsunami ada 2 yaitu tsunami dari gempa di Chile (2-4-2014) dan gempa 7,3 SR di Halmahera Utara pada 15-11-2014. Meskipun tsunami kecil, namun ancaman ini juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda dalam menghadapi tsunami masih rendah.

Selama 2014, kejadian bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan erupsi gunungapi hanya 1% atau 18 kejadian dari total 1.525 kejadian bencana. Sejumlah 99% adalah bencana hirometeorologi seperti puting beliung, banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan. (bim)

0 Comments

Leave a Comment

eleven − 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password