Cegah Radikalisme, Guru Agama Asing Dilarang Mengajar di Indonesia

Covesia.com – Guna mencegah penyebaran paham radikalisme, pemerintah melarang orang asing yang bekerja sebagai guru agama dan dosen teologi di Indonesia

Pemerintah melarang tenaga kerja asing yang berprofesi guru agama dan
dosen teologi dari semua agama untuk bekerja di Indonesia sebagai
langkah pencegahan penyebaran paham-paham radikalisme.

“Kami menutup pintu untuk TKA yang berprofesi guru atau dosen agama
maupun dosen teologi. Ini sebagai salah satu upaya menghindarkan lembaga
agama tidak dijadikan lahan persemaian ide atau kaderisasi yang
radikal,” kata Menaker M Hanif Dhakiri dalam keterangan pers Pusat Humas
Kemnaker di Jakarta, Jumat.

Hanif mengatakan melalui kebijakan itu pemerintah menegaskan bahwa
lembaga-lembaga pendidikan tidak boleh dijadikan tempat penyemaian
benih-benih radikalisasi di kelompok agama manapun.

Larangan itu sudah diimplementasikan dalam dua bulan terakhir yaitu
melalui revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.40
tahun 2012 tentang jabatan-jabatan yang tertutup bagi TKA.

“Radikalisme agama apapun tidak boleh berkembang di Indonesia.
Anak-anak Indonesia harus memperoleh pendidikan agama sesuai dengan
kultur Indonesia dan kebhinnekaan,” kata Hanif.

(ant/lif)

0 Comments

Leave a Comment

20 + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password