- Advertisement -
BerandaNewsKeluarga Bantah Novel Baswedan tidak Kooperatif

Keluarga Bantah Novel Baswedan tidak Kooperatif

- Advertisement -

Covesia.com– Kakak penyidik KPK Novel Baswedan, Taufik
Baswedan, membantah pernyataan yang menyebut Novel tidak kooperatif saat
diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada Agustus 2017.

“Kalau BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sedikit, tidak
mungkin lah, karena pemeriksaannya kan lama,” kata Taufik Baswedan, yang
sedang di Singapura, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Sebelumnya, Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di Polda
Metro Jaya mengatakan bahwa Novel tidak kooperatif ketika diperiksa penyidik,
menyebutnya selalu irit bicara dan bicara soal Tim Gabungan Pencari Fakta
(TGPF)

“Kalau Adrianus diberikan BAP oleh polisi hanya
sebagian itu mungkin saja,” tambah Taufik.

Pemeriksaan Novel berlangsung pada 14 Agustus 2017 di KBRI
Singapura. Saat itu Novel juga didampingi oleh tim KPK, termasuk Ketua KPK Agus
Rahardjo dan tim penasihat hukumnya, salah satunya Alghifari Aqsa.

“Tidak benar Novel tidak kooperatif karena Novel
menjawab setiap pertanyaan dan bersedia di-BAP meskipun sakit. Dia tidak
menjawab soal jendral yang diduga terlibat karena tidak mungkin diselesaikan
oleh kepolisian melainkan TGPF yang independen,” kata Alghifari saat
dihubungi.

Alghifari mengaku ikut mendampingi Novel bersama dengan
anggota tim pengacara lainnya, Haris Azhar dan Yati Andriani beserta biro hukum
KPK.

“Kita harus tanyakan apa intensi dari Komisioner
Ombudsman berpendapat demikian karena lazimnya Ombudsman justru mengkritisi
pelayanan publik dan buruknya administrasi kepolisian, bukan menyerang Novel
Baswedan yang merupakan korban kekerasan,” ungkap Alghifari.

Ia pun mempertanyakan maksud Adrianus menyampaikan hal
tersebut.

“Apakah ia sedang bermanuver atau betul menjalankan
tugas? Apakah tindakannya merupakan keputusan lembaga? Jangan sampai Ombudsman
justru yang melakukan maladministrasi,” ungkap Alghifari.

Novel Baswedan baru selesai menjalani operasi tambahan di
mata kirinya pada Senin (12/2). Tim dokter telah menanam jaringan mata yang
diambil dari jaringan gusi Novel. Penanaman jaringan baru dilakukan untuk
menutupi area tengah mata yang pertumbuhannya kurang baik.

Dia terluka karena disiram air keras oleh dua orang
pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017, seusai shalat subuh di
masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Akibat serangan itu mata Novel mengalami
kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April
2017.

(jon/ant)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -