Dunia Penerbangan Penuh Teknologi, Beda Dengan Transportasi Lain

Covesia.com – Peristiwa hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 dengan tujuan penerbangan Surabaya-Singapura sedang dikaji penyebabnya oleh berbagai pihak. Bahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan akan membekukan sementara kebijakan penerbangan AirAsia dengan rute tersebut. Alasannya, jadwal penerbangan maskapai tersebut di hari Minggu tak memiliki izin. Serta diduga berbagai pelanggaran regulasi yang terjadi dalam jadwal penerbangan AirAsia QZ8501 tersebut.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Chappy Hakim mengatakan, dunia penerbangan memiliki ciri khas sehingga tak sama dengan sarana transportasi lainnya. Diantara, dunia penerbangan adalah dunia yang sangat teknologis sifatnya.

“Salah satu sifat yang sangat kuat mewarnainya adalah penuh dengan tata cara kerja, aturan dan ketentuan baik dalam pengoperasiannya maupun dalam pemeliharaannya. Demikian kuat sifat ini, sedikit saja terjadi penyimpangan, maka pada hakikatnya kita telah membuka peluang untuk terjadinya sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Chappy dalam akun twitternya @chappyhakim, Sabtu (3/1/2015).

Chappy menyebutkan, sifat lainnya yang cukup kuat melekat dalam dunia penerbangan adalah sifatnya yang sangat “internation”. “Pesawat buatan satu negara, dipergunakan oleh negara lainnya, ditumpangi oleh berbagai warga negara dan terbang ke berbagai tujuan di permukaan bumi ini,” sebutnya.

Akibatnya, tata cara (rules and regulation) yang harus diberlakukan adalah aturan internasional. Dalam hal negara-negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), maka semua negara anggota secara otomatis akan terikat kepada aturan dan regulasi yang dikeluarkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization), dengan beberapa pengecualian.

Dengan demikian, maka wajar sekali dalam mengelola penerbangan nasional, dipastikan akan selalu mempunyai potensi konflik antara kepentingan nasional versus kepentingan yang “inter-nation” sifatnya. “Disinilah munculnya kebutuhan dalam dunia penerbangan akan sesuatu yang dikenal sebagai kebijakan dan strategi,” ucapnya.

Ciri khas dunia penerbangan lainnya yaitu berupa dunia yang sangat spesialistis sifatnya. Penerbangan memerlukan pilot yang handal, teknisi yang pintar, serta ahli-ahli pada disiplin aeronautika, aerodinamika dan lain-lain. Gambaran ini yang menyebabkan dalam dunia penerbangan, bila muncul masalah, maka menjadi tidak mudah untuk dapat segera diatasi, kecuali oleh ahlinya.

“Seorang peneliti senior NASA mengatakan bahwa anda tidak akan pernah berhasil untuk menyelesaikan masalah dalam dunia penerbangan, bila anda tidak menyadari bahwa anda tengah mengalami masalah. Dan bila anda tidak mengenal dengan baik anatomi dari masalah tersebut

Oleh karenanya, the rightman on the right place, kata Chappy, menjadi berada pada posisi di strata paling atas dalam pengelolaan dunia penerbangan. Itu sebabnya bila ada persaingan, hanya mereka yang cerdas yg akan menang.

“Akhirnya, memang Harus ada dukungan yg kuat terutama kepada Kemenhub untuk menyelesaikan banyak masalah yg dihadapi dlm dunia penerbangan RI. Para penentu kebijakan di bidang penerbangan nasional harus memperoleh informasi yang akurat dari lapangan. Bila tidak, maka risikonya fatal,” sarannya. (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

four × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password