Satu Korban Longsor Dusun Jemblung Ditemukan

Covesia.com – Petugas gabungan kembali menemukan satu jenazah korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Catur Subandrio, Sabtu (3/1/2015) petang menyebutkan, korban ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB di sektor dua oleh teman-teman dari Komunitas ‘Jeep Off-Road 4 x 4’ yang bertugas mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang tertimbun longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar.

Saat hendak mengangkat sebuah mobil dari Sungai Petir, kata dia, para “off-roader” itu melihat sesosok jenazah anak perempuan di dalamnya.

Menurut dia, jenazah berusia sekitar empat tahun tersebut segera dievakuasi dari dalam mobil. “Jenazah itu teridentifikasi sebagai Aya binti Mulyanto, warga Dusun Jemblung. Setelah diidentifikasi, jenazah langsung dimakamkan,” katanya.

Dengan ditemukannya jenazah Aya, kata dia, secara keseluruhan jumlah jenazah korban bencana longsor yang ditemukan sebanyak 98 orang, 65 orang di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada hari Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.

Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.

Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga hari Minggu (21/12/2014) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Selanjutnya pada hari Kamis, 25 Desember 2014, petugas BPBD Banjarnegara bersama relawan dan masyarakat menemukan dua jenazah korban longsor Dusun Jemblung saat hendak mengangkat sebuah mobil yang tertimbun material longsoran.

Jenazah laki-laki dan perempuan itu berada di dalam mobil yang hendak diangkat itu. Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah laki-laki itu diketahui bernama Aji Istanto, warga Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, dan oleh keluarganya langsung dimakamkan, sedangkan jenazah perempuan tidak diketahui identitasnya sehingga dimakamkan di pemakaman massal korban longsor Dusun Jemblung. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

7 − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password