Mengenal Cumulonimbus, Awan Jahat dan Berbahaya Bagi Penerbangan Pesawat

Covesia.com – Tahukah anda bahwa Cumulonimbusjuga disebut awan hujan dan awan petir. Adalah awan raksasa pada ketinggian 10.000 meter dan biasanya tercipta karena ketidakstabilan dalam atmosfer dan menghasilkan badai petir yang berbahaya.

Ini adalah awan tertinggi dan menjadi penghalang terakhir sebelum pesawat menuju ketinggian paling aman. Awan ini juga disebut awan jahat. Atmosfer yang tidak stabil bisa dengan cepat membentuk awan ini dalam hitungan menit.

Kendati kelihatannya indah ketika akan menghantarkan hujan deras dan petir, awan ini bisa membentuk pula angin ribut atau tornado sehingga disebut awan yang luar biasa berbahaya. Karena bisa memicu turbulens pada pesawat, bahkan pesawat besar berbadan lebar pun bisa berada dalam bahaya besar jika terlalu dekat dengan awan ini.

Awan cumulonimbus sangat berbahaya, bahkan seperti hidup menjadi bagaikan predator yang menanti memusnahkan apapun yang melihat dan menghadapinya. Laman Universitas Princeton, AS, www.princeton.edu, menyebutkan bahwa awan ini tinggi dan padat, selain membawa badai petir dan kondisi ekstrem lainnya.

Nama cumulonimbus berasal dari bahasa Latin cumulus yang berarti mengumpulkan. Sementara nimbus berarti hujan. Dihasilkan dari kondisi atmosfer yang tidak stabil, awan ini bisa terbentuk sendirian atau dalam kluster. Awan ini menciptakan petir pada intinya.

Bentuknya seperti jamur. Pangkal awan ini bisa sepanjang beberapa mil dan kendati dapat terbentuk pada ketinggian 500 sampai 13.000 kaki (150 – 3.960 meter), awan ini bisa sampai di ketinggian 75.000 kaki (23.000 meter) pada kondisi yang ekstrem.

Awan berbahaya ini memiliki beberapa spesies, seperti Cumulonimbus arcus dan Cumulonimbus virga. Lantas, adakah hubungan awan ini dengan(jatuhnya AirAsiaQZ8501 di Selat Karimata?)

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

5 × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password