Adakah Hubungan Jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 Dengan Fenomena Alam Ini?

Covesia.com – Satu pesawat maskapai Emirates Pada April 2010 mendarat darurat di Bandara Internasional Kochi, India, setelah terjun bebas dari ketinggian 18.000 kaki.

Menurut Times of India, penerbangan Emirates bernomor EK530 itu tidak mampu menghindari awan cumulonimbus yang membuatnya mengalami turbulens yang hebat sehingga mengurangi ketinggian terbang pesawat.

Beruntung pesawat masih bisa mendarat, namun pendaratan darurat itu membuat 20 dari 350 penumpang mengalami cedera, sedangkan sang pilot dirawat untuk menyembuhkan traumanya.

Empat tahun kemudian (Desember 2014), awan cumulonimbus kembali menjadi perbincangan setelah penerbangan AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata. Pesawat ini jatuh disebut gara-gara berusaha menghindari awan jahat ini. (Cumulonimbus adalah)

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

3 − two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password