Harga Minyak di Perdagangan Asia Terus Merosot

Covesia.com – Saat para dealer menunggu petunjuk terbaru dari negara pengkonsumsi minyak mentah terbesar Amerika Serikat, Senin (5/1), harga minyak di Asia turun. Bahkan menurut beberapa analisis, diperkirakan penurunan harga masih akan tetap berlanjut.

Hingga saat ini harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate, turun dari 93 sen menjadi 51,76 dolar Amerika atau sekitar Rp. 654 ribu, sementara untuk minyak mentah Brent pada Februari mendatanng akan turun dari 75 sen menjadi 55,67 dolar Amerika atau setara dengan Rp. 704 ribu di perdagangan pagi.

United Overseas Bank (UOB) Singapura menyebutkan, bahwa laporan pekerjaan AS pada Jumat lalu dan rilis laporan rapat terbaru dari Federal Reserve AS pada Rabu mendatang “akan mendominasi perhatian pasar” pekan ini.

Walau sudah dipastikan harga minyak tersebut turun, namun para Investor masih menunggu petunjuk terbaru mengenai kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga,”para Investor masih memperlajari kedua rilis berkenaan dengan hal itu,” kata badan pemberi pinjaman Singapura tersebut.

Sementera itu, Daniel Ang, analis investasi di Phillip Futures Singapura menegaskan bahwasanya harga minyak mentah diperkirakan akan terus berada pada tren penurunan.

“Setelah profit taking pada akhir tahun, penurunan minyak kembali terjadi,” ujarnya.

“Sangat diharapkan dolar akan menguat disaat kondisi ekonomi AS mulai membaik. Dengan demikian, mampu menempatkan tekanan lebih lanjut terhadap harga minyak,”tutupnya.

(ant/anr/lif)

0 Comments

Leave a Comment

7 − 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password