Mengenal Keistimewaan Pesawat Amfibi Rusia

Covesia.com – Banyak negara yang memberikan bantuan dalam evakuasi korban Airasia QZ8501 yang tenggelam di Selat Karimata. Salah satunya, Rusia yang mengirim pesawat amfibinya, Beriev Be-200 Altair dengan kemampuan mendeteksi logam di dasar laut.

Pesawat amfibi Rusia, Beriev Be-200, menjadi lebih istimewa karena istilah pesawat amfibi belum familiar dikenal masyarakat. Beriev Be-200 Altair ini dirancang oleh Beriev Aircraft Company dan diproduksi oleh Irkut. Pesawat ini terbang perdana pada 24 September 1998. Kemudian, pada tahun 2003 Kementrian Penanggulangan Bencara Rusia, Emercom, memesan 7 pesawat amfibi ini.

Pesawat dengan kapasitas 72 penumpang ini mampu digunakan sebagai pemadam kebakaran, pencarian dan penyelamatan, patroli maritim, kargo, transportasi penumpang serat angkutan barang.

Dilansir Covesia dari situs resmi Beriev, Senin (5/1/15), dalam hal pencarian dan penyelamatan, pesawat dilengkapi dengan sorot dan sensor, perahu karet, sistem pengawasan thermal dan optik serta peralatan medis. Bahkan, pesawat ini mampu berperan sebagai armada anti-kapal selam.

Dalam hal pemadaman api, Be-200 Altair mampu mengangkut 12.000 liter air yang terdapat dalam delapan tangki air pada bagian bawah kabin. Pengisian air dapat dilakukan dengan cara melaju di permukaan laut atau danau selama 14 detik untuk mengisi penuh tangki air di pesawat.

Konstruksi pesawat yang digerakan oleh dua mesin utama D-436TP ini, terbuat dari dari paduan aluminium, titanium, bahan anti-korosi yang akan menghindari pesawat dari karat ketika berada di air. Sayap pesawat dilengkapi underwing stabilizer yang membantu pesawat mengapung. Pesawat ini juga memiliki sistem kemudi di udara dan di air yang sudah terintegrasi.

The Be-200 dapat beroperasi dengan landasan sepanjang 1.800 meter atau di perairan seluas 2.300 meter dengan tinggi gelombang sekitar 1,3 meter.

Mengenai teknologi di dalam kokpit, pesawat amfibi ini dilengkapi dengan sistem navigasi modern seperti navigasi satelit (GPS), FMS, autopilot dan radar cuaca.

Sebelumnya, pesawat yang sukses memadamkan kebakaran di berbagai negara seperti Portugal, Yunani dan Israel ini pernah disewa oleh Indonesia selama 45 hari untuk memadamkan kebakaran dengan biaya 5,2 juta dolar amerika. Bahkan, Indonesia pernah diisukan membeli pesawat tersebut seharga 400 milyar rupiah walaupun kenyataannya tidaklah demikian.

(osd/zik)

0 Comments

Leave a Comment

14 − nine =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password