Basarnas: Tiga Jenazah Airasia Terikat di Kursi

Covesia.com – Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional, SB Supriyadi mengatakan tiga jenazah yang telah dibawa ke Surabaya saat ditemukan Kapal Diraja Kesturi dalam kondisi mengapung dan terikat di kursi pesawat Airasia QZ 8501.

“Jika kursi tersebut tidak memiliki busa mungkin tiga jenazah itu sulit ditemukan karena kembali tenggelam ke dasar laut,” kata Supriyadi di Pangkalan TNI Udara Iskandar Pangkalan Bun, Senin (5/1/2015) malam.

“Berdasarkan temuan itu, kami memprediksi 50 persen penumpang Airasia masih berada di body pesawat. Apabila prediksi itu benar, maka akan diambil satu per satu menggunakan plastik,” katanya menambahkan.

Meski begitu, Supriyadi belum dapat memastikan lokasi atau titik body pesawat, sebab para penyelam TNI angkatan laut maupun marinir dibantu negara lain masih kesulitan menyelam akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Dia mengatakan kondisi di dalam laut sangat gelap dan arus air laut sangat kencang, sehingga dua penyelam marinir yang mencoba menyelam terpaksa naik kembali ke kapal.

“Kami tidak mau ambil risiko memaksakan penyelam tetap menyelam sedangkan kondisi alam belum mendukung. Jangan sampai ada masalah baru. Tidak ada yang bisa melawan alam,” katanya.

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas itu mengatakan jenazah penumpang Airasia yang telah ditemukan dan diterbangkan ke Surabaya telah mencapai 37 jenazah.

Mengenai pencarian di hari ke-9, Senin (5/1), ditemukan tiga jenazah beserta kursi oleh kapal Diraja Kesturi, dan Kapal USS Sampson milik Amerika menemukan dua kursi paling depan atau kursi pramugari serta telah berada di Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

“Kalau kursi yang ditemukan Kapal Diraja Kesturi belum dibawa ke kapal, tapi telah didata dan disampaikan ke KNKT,” demikian Supriyadi. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen + one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password