Lahar Dingin Bisa Mengancam Pengungsi Gunung Sinabung

Medan – Pengungsi erupsi Gunung Sinabung,
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, yang tinggal di sejumlah desa
diminta tetap mewaspadai banjir lahar dingin. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Karo, Jhonson Tarigan saat dihubungi dari Medan, Minggu, mengatakan
banjir tersebut bisa saja terjadi secara tiba-tiba dan cuaca di daerah
itu sering mendung.

Jika hujan turun lebat, menurut dia, para pengungsi Sinabung dan
warga perlu mengantisipasi hal-hal yang tidak diingini sehingga tidak
membahayakan keselamatan masyarakat. ” Kita tidak ingin terjadi musibah akibat banjir lahar dingin, hal
ini harus diingat para pengungsi erupsi Gunung Sinabung,” ujarnya.

Jhomson mengatakan, banjir lahar dingin itu bisa saja membawa atau
menghanyutkan material dari kawah Gunung Sinabung berupa batu besar dan
pasir putih bercampur debu vulkanik dan lainnya. “Pasir yang bercampur material berupa batu itu, bisa saja menutup
badan jalan di desa, jembatan, rumah dan akses perhubungan lainnya,”
kata mantan Kabag Humas Pemkab Karo.

Dia menyebutkan, desa zona merah atau daerah yang berbahaya yang
rawan terkena banjir lahar dingin itu, yakni Desa Bekerah, Desa Simacem
dan Desa Sukameriah di Kabupaten Karo. “Ketiga desa tersebut hanya berjarak lebih kurang 4 Kilometer dari
kaki Gunung Sinabung yang sering memuntahkan debu vulkanik, dan luncuran
awan panas,” katanya.

Jhonson menambahkan, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung saat
ini sebanyak 3.284 jiwa atau 1.018 kepala keluarga (KK) yang tersebar di
12 titik penampungan di Karo dan Kota Kabanjahe.

Sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sabtu (25/10)
terjadi sebanyak tiga kali, yakni pukul 16.57 WIB dan terjadi awan panas
guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 2.500 meter ke arah
Selatan. Tinggi kolom abu awan panas 1.000 meter.Lama erupsi 180 detik.Arah angin ke Timur-Timur Laut.

Kemudian pukul 12.41 WIB dan terjadi awan panas guguran dari puncak
dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter ke arah Selatan. Tinggi kolom abu
awan panas tidak teramati. Lama erupsi 112 detik,dan arah angin ke
Timur-Timur Laut.

Pukul 09.44 WIB juga terjadi awan panas guguran dari puncak dengan
jarak luncur sejauh 3.500 meter kearah Selatan, tinggi kolom abu awan
panas 2.000 meter dari puncak. Lama erupsi 256 detik, dan arah angin
perlahan ke Utara – Timur Laut. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password