Ini Alasan IPW Jagokan Komjen Budi Gunawan Sebagai Calon Kapolri

Covesia.com – Nama Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan semakin kuat dikabarkan sebagai suksesor Kapolri Jenderal Sutarman. Kuatnya nama Komjen Budi Gunawan semakin mengokohkannya dan mengalahkan empat nama calon Kapolri lainnya yaitu Komjen Badroedin Haiti, Inspektur Jenderal (Irjen) Pudji Hartanto, Irjen Syafruddin dan Irjen Unggung Cahyono.

Indonesia Police Watch (IPW) mendata ada sembilan alasan yang menjadikan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Pertama, percepatan penggantian Kapolri sebelum masa pensiunannya bukanlah hal yang baru. Contohnya, pada masa Jenderal Dai Bachtiar yang diganti meski masa pensiunnya empat tahun lagi. Jenderal Timur Pradopo diganti pada masa pensiunnya tiga bulan lagi. “Percepatannya pergantian Sutarman juga hal yang wajar,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada covesia.com, Rabu (7/1/2015).

Kedua, Komjen Budi Gunawan merupakan bintang tiga senior dari Akademi Polisi (Akpol) angkatan 83. Sementara Akpol angkatan 81 sudah menjadi Kapolri dan Akpol angkatan 82 menjadi Wakapolri. Sehingga, kata Neta, sangat wajar Akpol angkatan 83 memimpin Polri.

Ketiga, selama ini Komjen Budi Gunawan banyak membuat visi misi sejumlah Kapolri termasuk konsep-konsep perubahan Polri. Untuk itu, sudah saatnya Budi menjalankan sendiri konsep-konsep yang pernah dibuatnya.

Keempat, Komjen Budi Gunawan dikenal sebagai perwira tinggi (Pati) yang mudah bergaul baik di internal maupun eksternal Polri. Bahkan banyak Kapolri yang meminta bantuannya melobi legislatif maupun kalangan masyarakat lainnya. “Kelima, Budi tipe Pati Polri yang mau menerima masukan, terutama untuk perbaikan institusi,” kata Neta.

Alasan keenam yang membuat Komjen Budi Gunawan layak dicalonkan sebagai Kapolri adalah kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo dan Megawati. Sehingga dipastikan lebih bisa memahami konsep Revolusi Mental untuk membenahi Polri.

Ketujuh, lima tahun Komjen Budi Gunawan menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) tentunya sangat paham arah perbaikan Polri. Selama ini banyak Kapolri terlihat bingung menentukan arah perbaikan Polri dan harus dimulai dari mana. Akibatnya, perubahan sikap, prilaku, dan kinerja Polri hanya retorika di bibir. Kedelapan, Komjen Budi Gunawan bukanlah tipe jenderal pengkhianat, baik untuk institusi maupun untuk masyarakat. Terbukti, selama lima tahun di Kalemdikpol, Budi Gunawan tetap berkarya untuk berusaha membenahi Polri lewat jalur pendidikan. Padahal, seharusnya dia sudah layak menjabat sebagai Wakapolri ataupun Irwasum.

“Dengan kedelapan alasan ini, tidak ada alasan bagi segelintir kalangan untuk menolak Budi Gunawan jadi Kapolri. Bahkan harusnya seluruh kalangan Polri solid untuk mendukungnya menjadi Kapolri pilihan Presiden Jokowi,” pungkas Neta. (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

4 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password