Majelis Mujahidin Indonesia Dukung Aksi Penembakan di Perancis

Covesia.com – Sekjen Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibril mengatakan, tidak mempersoalkan penyerangan dan penembakan terhadap awak redaksi majalah Charlie Hebdo di Perancis.

Menurut Abu, aksi yang menelan 12 korban jiwa tersebut adalah suatu konsekuensi logis yang memang pantas diterima para penghujat Nabi Muhamad SAW.

“Coba pikirkan, umat mana yang tidak merasa terhina jika nabinya dijadikan leluconan. Jangankan nabi, istri saja kalau di hina, bagaimana reaksi suaminya,” jelas Abu, kepada Covesia, Kamis (08/01/2015).

Disinyalir, penembakan tersebut bermotif balas dendam kaum Islam keras, yang menolak pemuatan karikatur Nabi Muhamad SAW pada media Charlie Hebdo.

Abu juga mengatakan, dalam syariah tercatat bila ada penghinaan terhadap Nabi, itu sama halnya mendeklarasikan peperangan. Karena itu aksi teror yang menimpa majalah Charlie Hebdo, dinilai oleh ulama Mujahidin, adalah hal yang pantas.

“Hukuman apa yang pantas buat mereka yang mencari untung dengan menghina Nabi. Di Syariah memang ada perintah untuk diadili, tetapi siapa yang layak mengadili mereka, pemerintah Perancis kan liberal,” ujar Abu.

Selain itu, Abu juga menilai jatuhnya korban jiwa di kota Paris adalah akibat dari kelalaian pemerintah tersebut dalam merespon persoalan.

“Kalau saja ditindak lebih dulu pelaku penghina Nabi Muhammad SAW, kita yakin tidak akan sampai ada korban seperti sekarang ini,” imbuhnya. (pjr/peb)

0 Comments

Leave a Comment

3 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password