Australia Minta Indonesia Batalkan Hukuman Mati “Bali Nine”

Covesia.com – Harian Australia, Sydney Morning Herald (SMH) melansir pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott terhadap Pemerintan Indonesia. Tony berharap hukuman mati bagi kedua warga Australia yang terlibat dalam jaringan penyelundupan Narkoba “Bali Nine” tidak direalisasikan.

Tony Abbott mengaku saat ini sudah melakukan upaya pendekatan secara diplomatis kepada Pemerintahan Indonesia. Keinginan Pemimpin Partai Liberal itu seiring dengan kebijakan Australia yang sejak lama sudah menolak pemberlakuan hukuman mati.

“Sistem hukum di Negara lain tetap harus dihormati. Namun ketika vonis hukuman mati terhadap warga Negara Australia, maka langkah pendekatan secara diplomatis dilakukan,”papar, Abbot.

Walau demikian, lanjut Abbot, dengan adanya upaya pendekatan ini, dengan tegas ia katakan tidak ingin membuat hubungan bilateral menjadi buruk, mengingat hubungan dengan Indonesia sangat penting.

Diketahui, Sembilan warga Australia tertangkap tangan pada 2005 lalu di Bali saat tengah melakukan penyelundupan 8,3 kilogram heroin senilai 4 juta dolar dari Indonesia menuju ke Negeri Kanguru. 2006 lalu, majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati kepada dua kelompok Bali Nine atas nama Sukumaran dan Chan. Sementara, tujuh warga lainnya dijatuhi hukuman 20 tahun hingga seumur hidup.

Myuran Sukumaran sebelumnya pernah melayangkan permohonannya agar diberi grasi, namun upaya itu ditolak Presiden Joko Widodo. Dalam surat yang dikirim ke Penjara Kerobokan, Bali pada Desember 2014 lalu, menunjukkan tidak ada alasan yang kuat agar Sukumaran mendapatkan garasi.

Begitupun juga dengan Andrew Chan, ia turut mengajukan garasi, namun hingga saat ini belum menerima surat balasan dari Jokowi.

(anr/lif)

0 Comments

Leave a Comment

two × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password