Cegah Izin Rute Bodong, Kemenhub Hadirkan Sistem Online

Covesia.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membuat sistem online perizinan rute penerbangan demi mengatasi mafia rute penerbangan di Kementerian Perhubungan. Sistem online tersebut direncanakan rampung pada akhir bulan Januari 2015 mendatang.

“Agar lebih akuntabel dan transparan akhir bulan ini, semua izin rute penerbangan domestik maupun internasional di semua bandara Angkasa Pura akan kita pampang secara online,” ucap Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di kantor pusat Kementrian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015).

Kebijakan tersebut menurut Ignasius merupakan langkah terobosan Kemenhub, dalam rangka mengantisipasi kasus kecurangan dalam pemberian izin bagi maskapai penerbangan dalam negeri.

“Kita tidak mau kecolongan lagi. Bagi setiap maskapai jadwal rute mereka akan kita online kan setiap hari, masyarakat bisa tahu dan semua bisa mengakses,” ujarnya.

Mantan Dirut PT KAI tersebut juga menambahkan langkah perbaikan sistem transportasi udara oleh kemenhub juga dibarengi dengan evaluasi sistem kinerja Slot Koordinator dalam negeri.

“Operator navigasi juga kita benahi, baik sistem maupun nonsistem. Kita lakukan pemeriksaan di semua sektor,” jelasnya.

Dalam rangka mewujudkan perbaikan sistem, Ignasius juga menjanjikan akan meningkatkan tunjangan para inspektur penerbangan, dan operator teknis Angkasa Pura di lapangan. “Kita paham, kerja dan tanggung jawab mereka besar, akan kita support. Bagi operator, petugas yang lalai juga akan kita kenakan sanksi yang tegas,” tambahnya.

Sebelumnya Ignasius menginfokan, jika dirinya telah memberhentikan tiga pejabat eselon II, dan tujuh pejabat eselon III, kemudian 1 personel Operational Instruktur, Indonesian Slot Koordinator (IDC) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Adapun kesebelas pegawai Dishub tersebut, merupakan pejabat dinas perhubungan yang bertugas di lima kota besar di Indonesia.

Dari informasi yang diperoleh covesia.com di kementrian perhubungan, sebelas pegawai dinas perhubungan tersebut, berada di lokasi yang berbeda. Yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Kuala Namu Medan Sumatra Utara, dan Bandara Hasanudin Makasar. Terkait identitas detail pegawai yang dimutasi dan di nonaktifkan tersebut, pihak kemenhub tidak ingin mempublikasikan. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password