Inilah 5 Misi NASA Tentang Iklim pada 2015

Covesia.com – Untuk mempelajari lebih mendalam proses alam yang berpengaruh pada iklim di bumi, Badan Antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA), berencana meluncurkan lima misi pada tahun ini.

Misi ini dilakukan dengan mempelajari data yang telah diambil berdasarkan pengamatan baik melalui satellite maupun pemantauan di permukaan.

Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat polusi udara dalam jangka panjang, pemanasan air laut, mencairnya gletser Greenland, sumber gas rumah kaca, kebakaran di Afrika dan awan di atas Atlantik.

Kelima misi tersebut dipilih dari 33 proposal yang masing-masing misi yang akan didanai hingga 30juta USD atau setara dengan Rp3,8triliun selama lima tahun.

Berikut lima misi tersebut yang dilansir Covesia dari NASA, Sabtu (10/01/2015).

– The Atmospheric Carbon dan Transport-America Project

Studi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini akan meneliti tentang gas rumah kaca dengan cara mengukur sumber karbondioksida dan metana di berbagai daerah. Kemudian memantau sistem cuaca dengan melihat pemindahan gas di atmosfer.

– Observations of Aerosols above Clouds and their Interactions project

Studi ini akan dilakukan untuk mengetahui dampak pembakaran musiman skala besar di Afrika terhadap awan di atas Atlantik. Diperkirakan asap pembakaran di afrika akan terjebak di lapisan troposfer sehingga membentuk awan statocumulous yang sangat berpengaruh pada iklim regional dan global.

– The Oceans Melting Greenland project

Penelitian ini akan mengkaji apa mempengaruhi mencairnya gletser di Greenland yangdapat memicu kenaikan permukaan laut di masa. Dalam penelitian ini akan melibatkan kapal dan beberapa pesawat untuk melakukan pengukuran dasar laut dan permukaan air laut di seluruh Greenland.

– The Atmospheric Tomography project

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan kimia di atmosfir yang ditimbulkan oleh variasi polusi udara. Daerah yang akan diteliti, meliputi California, Kutub Utara bagian barat, Pasifik Selatan, Atlantik dan Greenland.

– The North Atlantic Aerosols and Marine Ecosystems Study

Penelitian yang berbasis di Oregon ini akan memeriksa cara ekosistem laut bisa berubah akibat dari pemanasan lautan. Selain itu, juga akan diteliti siklus hidup tahunan fitoplankton yang sangat berpengaruh pada ekosistem laut. Penelitian ini akan berfokus di Atlantik Utara. (osd/peb)

0 Comments

Leave a Comment

11 − five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password