BI Prediksi Harga Properti Melonjak Naik

Covesia.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memprediksi harga properti di Pulau Dewata melonjak hingga 10 persen pada 2015. Naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengikuti pasar, diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga properti di Pulau Dewat.

Kepala BI Provinsi Bali, Dewi Setyowati mengungkapkan, pada tahun 2015 ini diperkirakan prospek properti (rumah primer) masih baik sehingga sejalan dengan perkiraan kenaikan harga properti yang wajar di kisaran 5 hingga 10 persen

“Prediksi tersebut dipengaruhi beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai positif mendukung dunia usaha dan ketenagakerjaan,” papar Dewi, Minggu (11/01/2015).

Bank sentral tersebut sebelumnya telah melakukan survei kepada pelaku usaha yang tergabung pada asosiasi REI Bali (Real Estate Indonesia) maupun AREBI Bali (Real Estate dan Broker Indonesia).

Dari survei itu, diketahui bahwa kondisi usaha pada tahun 2014 relatif baik dan diperkirakan masih akan menunjukkan prospek positif pada tahun 2015.

Kondisi ini sejalan dengan masih tingginya tingkat permintaan, khususnya untuk rumah tipe kecil (tipe 36) dan menengah (tipe36 hingga tipe70).

“Indikatornya adalah permintaan konsumen yang masih tinggi untuk properti dengan nominal kurang dari Rp1 miliar. Angka itu dinilai memiliki dampak psikologis bagi konsumen hingga kalangan menengah,” ujar Dewi.

Daerah yang dinilai masih prospektif untuk dikembangkan dengan harga jual pada kisaran Rp1 miliar ke bawah itu di daerah penyangga, seperti Kabupaten Tabanan hingga ke wilayah Kabupaten Negara, Kabupaten Klungkung dan Bangli, serta di wilayah timur yakni Kabupaten Karangasem.

Beberapa pengembang juga telah melebebarkan sayap usaha hingga ke Nusa Tenggara Timur yakni di Kupang dan Tambolaka.

Dewi menjelaskan bahwa umumnya properti dengan nominal Rp1 miliar ke atas bersifat investasi dan dipergunakan untuk disewakan kembali, bukan murni untuk ditempati sendiri.

“Narasumber juga menyatakan bahwa kini pihak pengembang lebih selektif dalam menjual atau memasarkan properti mereka, tidak hanya kepada konsumen yang mampu membayarkan uang muka, namun juga calon konsumen yang memiliki hasil BI Checking yang bersih,” imbuhnya. (ant/peb)

0 Comments

Leave a Comment

four × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password