Di Mentawai, BBM Masih Mahal dan Langka

Covesia.com – Kebijakan Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium menjadi Rp. 7600 per liter mulai 1 Januari 2015 lalu rupanya tidak berpengaruh terhadap kelancaran pasokan BBM ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bahkan sampai akhir pekan ini, harga premium semakin melambung tinggi. Pengecer menjual dengan harga Rp. 15 ribu perliter untuk premium dan Rp. 18 ribu untuk jenis Pertamax, itupun cukup sulit didapatkan.

Sumiati (35), penjual bensin eceran di Tuapejat mengatakan dia menyediakan premium hanya satu drum. Itu saja diperoleh dari Sioban dengan membawa speedboat sendiri. “Sudah beberapa hari ini pangkalan minyak kosong, kita ambil minyak dari Sioban, tapi hanya bisa bawa satu drum soalnya pakai boat,” katanya.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Mentawai, D. Lubis mengatakan salah satu kendala sering terjadinya kelangkaan BBM di Mentawai, karena belum adanya tim pengawasan pendistribusian BBM ke daerah.

Dengan tidak adanya pengawasan yang semestinya melibatkan seluruh unsur Muspida itu, maka bisa memberikan peluang bagi oknum-oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, kita sebenarnya sudah pernah upayakan agar tim pengawasan pendistribusian ini ada, dengan melibatkan seluruh SKPD dan juga pers, tapi rupanya dalam rapat SKPD beberapa waktu lalu belum ada kesepakatan, mengingat dana yang akan ditimbulkan yang tentu menyerap dana APBD,” kata Lubis.

Menurutnya, saat ini kuota BBM ke Mentawai sudah diatas 270 ton per bulan, namun penambahan pasokan BBM belum juga dapat dilakukan oleh pihak APMS. Belum optimalnya pasokan BBM ke Mentawai kata D.Lubis juga disebabkan tingginya tingkat kebutuhan akan BBM itu sendiri.

Seperti pertumbuhan pembangunan di daerah yang terus mengalami peningkatan kemudian juga termasuk perkembangan kegiatan sektor pariwisata di resort-resort, dan pesatnya pertumbuhan transportasi kendaraan laut dan darat seperti kendaraan roda dua dan roda empat.

Sering terjadinya kelangkaan BBM di Mentawai ini juga mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Kesbangpol Mentawai, Haloloan Pardede. Dia mengatakan, sudah waktunya Mentawai mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Sebenarnya bukan masalah ada atau tidaknya pengawas pendistribusian BBM ini, tapi saya kira kita sudah perlu punya SPBU, ini mengingat pasokan BBM semakin besar,” ujar Pardede

Pardede menyebutkan beberapa daerah kepulauan lain seperti Nias dan di Kepulauan Bengkalis juga pernah mengalami masalah kelangkaan BBM sebelum didirikannya SPBU disana. Pemkab Mentawai melalui dinas terkait semestinya bisa melakukan studi banding ke kedua daerah itu.

“Banyak cara untuk mengatasi kelangkaan BBM ini. Salah satunya dengan adanya SPBU, dan adanya komitmen dari semua stakeholder untuk bersama mencari solusi terbaik, bila perlu kita belajar dari Nias atau Bengkalis,” pungkasnya (bim/yok)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen − 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password