Diduga Markas Separatis, Polisi Bakar Puluhan Rumah Adat Timika di Papua

Covesia.com – Perburuan terhadap kelompok separatis di Papua terus dilakukan. Sebanyak 116 warga kampung Timika Kabupaten Mimika Papua diamankan polisi.

Mereka diduga bagian dari kelompok sipil separatis yang merencanakan gerakan politik bawah tanah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Aksi pengamanan tersebut juga erat kaitannya dengan aksi penembakan dua anggota Brimob kepolisian, di Timika akhir tahun 2014 lalu.

Keterangan yang diperoleh dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Yotje Made, mengatakan, aparat kepolisian Papua telah membakar puluhan rumah Honai (Rumah Adat Papua) karena diduga, digunakan sebagai markas gerakan separatis Westin Papua Interest Assosiation (WPIA) di tanah Cendrawasih tersebut.

“Dalam penangkapan ini, kami menyita 92 ID card atau kartu anggota West Papua. Saat ini mereka masih diperiksa intensif di Polres Mimika,” kata Kapolda Yotje, dalam keterangan persnya pada wartawan di Timika Papua, Minggu (11/1/2015).

Hal tersebut menurut Kapolda Papua, sengaja dilakukan aparat keamanan agar dapat memangkas gerakan kelompok West Papua Interest Association di Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mede, juga merincikan di lokasi Timika pihaknya berhasil mengamankan 13 anggota Ayub Weker, pelaku penembakan anggota Brimob. Di antara 13 orang yang diamankan, sebanyak 2 di antaranya adalah wanita.

“Operasi ini dilakukan bersama TNI dan Polri. Sebanyak 1,000 anggota aparat gabungan kita turunkan untuk terus mengejar mereka,” kata Kapolda Papua. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

9 + 20 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password