BOS Dihapus Kesejahteraan Guru Honorer Terancam

Covesia.com – Penghapusan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2015, dinilai akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan guru honorer di sekolah menengah atas dan sederajat di wilayah tersebut.

“Guru honorer honorer madrasah aliyah, SMA, SMK non swasta di Jabar jumlahnya mencapai 48.000 orang. Itu yang terancam karena mereka mengandalkan BOS daerah,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, di Bandung, Minggu (11/1/2015).

Penghapusan BOS daerah yang merupakan hasil evaluasi dari Kemendagri, kata dia, dikhawatirkan bisa mengancam kualitas pendidikan di Jabar sehingga pihaknya meminta pemerintah pusat untuk memperhatikan hal tersebut.

“Kebijakan penghapusan BOS daerah bisa mengancam kualitas pendidikan karena selama ini BOS dimanfaatkan untuk kepentingan honorarium guru honorer. Kami cemas karena yang saya perhatikan ini bisa darurat pendidikan karena akibat evaluasi Kemendagri alokasi BOS daerah dicoret Rp1,186 triliun,” katanya.

Padahal, menurut dia, dana BOS daerah itu sebagian besar dimanfaatkan untuk kepentingan honorarium guru swasta yang statusnya honorer. “Dan penggunaan BOS daerah untuk guru honorer jumlahnya mencapai Rp300 miliar. Kalau bos daerah dicabut maka honorarium akan hilang. Sehingga guru honorer hanya mengandalkan iuran dari orang tua siswa,” katanya.

Ia menuturkan, memang BOS hanya ada dari pemerintah pusat tetapi itu tidak akan mencukupi mengatasi honorarium semua guru honorer, terutama guru honorer untuk tingkat SMA swasta.

“Terlebih kenaikannya sangat kecil dan hanya mencapai sekitar 20 persen dari anggaran BOS di APBN. Sementara untuk tingkat SD Dan SMP kenaikannya cukup besar dan mencapai sekitar 40 persen. Jadi yang terkena dampaknya ini adalah guru honorer swasta di SMA,” katanya. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

17 − two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password