Beginilah Tata Cara Pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi

Covesia.com – Mahkamah Konstitusi RI, Senin (12/1/2015) akan menggelar hajadan penting untuk memilih Ketua MK pengganti Hamdan Zoelva yang habis masa jabatannya. Ketua MK akan menjabat selama tiga tahun ke depan. Bagaimana tata cara pemilihan yang akan dilakukan?

Mengutip laman resmi Mahkamah Konstitusi RI (mahkamahkonstitusi.go.id), mengacu pada Peraturan MK Nomor 01/PMK/2003 tentang Tata Cara Pem ilihan Ketua dan Wakil Ketua MK, beginilah pemilihan itu bakal dilakukan:

1. Setiap hakim MK berhak untuk memilih dan dipilih menjadi Ketua MK.

2. Rapat pemilihan Ketua MK akan dipimpin oleh Wakil Ketua MK. Apabila Wakil Ketua MK berhalangan hadir, maka rapat pemilihan Ketua MK akan dipimpin oleh hakim MK yang usianya tertua.

3. Rapat harus dihadiri sekurang-kurangnya oleh tujuh hakim, apabila belum terpenuhi rapat ditunda hingga dip enuhinya kuorum.

4. Pemilihan Ketua MK diusahakan melalui musyawarah mufakat untuk mencapai aklamasi. Apabila aklamasi tidak tercapai, maka pemilihan Ketua bisa dilakukan dengan pemungutan suara.

5. Ketua MK terpilih harus mendapatkan dukungan sekurang-kurangnya lebih dari separuh hakim MK yang hadir.

6. Pemilihan melalui pemungutan suara dilakukan dengan cara melingkari nomor urut dan nama hakim (yang disusun berdasarkan abjad) di dalam kartu suara.

7. Hakim yang tidak melingkari nomor urut dianggap abstain, sementara yang memilih lebih dari satu hakim dinyatakan tidak sah.

8. Kartu suara yang sudah dilingkari dimasukkan ke kotak suara dan dihitung setelah semua hakim memilih.

9. Hakim MK yang memperoleh suara sekurang-kurangnya lebih dari setengah hakim yang hadir bisa l angsung menjadi Ketua terpilih.

10. Apabila tidak ada yang mendapatkan suara lebih dari separuh yang hadir, pemungutan suara diulang (dalam putaran kedua) dengan hanya diikuti oleh hakim yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua.

11. Hakim yang mendapatkan suara terbanyak pada pemungutan putaran kedua langsung ditetapkan sebagai Ketua. Namun, apabila perolehan suara kedua calon seri, pemilihan diulang sampai ada calon yang memperoleh suara terbanyak. (cal)

0 Comments

Leave a Comment

one × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password