Indonesia Perjuangkan Delapan Resolusi

Covesia.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan Indonesia mengusulkan dan memperjuangkan delapan resolusi, dalam Executive Committee Meeting (Sidang Tahunan ke-23) Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) di National Assembly President Office di Quito, Ecuador, Minggu (11/1/2015).

“Perdamaian Timur Tengah, Perdamaian di Kawasan Asia Pasifik, Konektivitas Antar Wilayah untuk mengintegrasikan Ekonomi Asia Pasifik, Resolusi Anti Korupsi, Perang terhadap Cybercrime, Human Trafficking & Drugs Trafficking, Perlindungan Pekerja Migran dan Perlindungan Kekayaan Budaya. Melalui Delapan Resolusi itu Indonesia ingin menjadi solusi, bukan menjadi bagian dari masalah dunia, terutama di kawasan Asia Pasifik,” ujar Fadli Zon dalam siaran pes yang diterima covesia.com, Senin (12/1/2015).

Sidang tahunan ke-23 APPF ini dihadiri lima belas negara, antara lain Indonesia, Ecuador, China, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Australia, Canada. Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, anggota delegasi Nurhayati Assegaf (F-Demokrat), Teguh Juwarno (F-PAN), Wiryanti Sukamdani (F-PDIP), Indro Hananto (F-PG), Rachel Maryam (F-Gerindra), Abdul Kadir Karding (F-PKB), Arief Suditomo (F-Hanura).

Fadli Zon menjelaskan Indonesia yakin dengan delapan resolusi yang diusulkan dan mendapatkan dukungan dari berbagai negara, perdamaian dan keamanan serta kekayaan budaya di kawasan Asia Pasifik dapat terus terjaga dengan baik. Selain Delapan Resolusi, Indonesia juga mengusulkan pertemuan anggota parlemen perempuan.

“Indonesia melalui Ibu Nurhayati akan mengundang anggota parlemen perempuan yang hadir dalam sidang APPF untuk makan siang bersama membahas berbagai permasalahan menyangkut perempuan dan politik,” tutup Fadli Zon. (bim)

0 Comments

Leave a Comment

six − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password