Pasien Gangguan Jiwa Meningkat, RSJ Bali Kewalahan

Covesia.com – Pasien penderita gangguan jiwa semakin meningkat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali sejak emasuki 2015. Pasien yang berobat itu datang dari berbagai kabupaten/kota di Bali.

Peningkatan jumlah ini ternyata juga berimbas terhadap pihak rumah sakit yang kewalahan untuk menangani para pengunjung yang datang. Hal itu pun diakui Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali, dr Gede Bagus Darmayasa.

“Jika sebelumnya pasien yang berkunjung maksimal 90 orang per hari, mulai awal Januari ini rata-rata menjadi sekitar 150 pasien,” katanya di Denpasar.

Ia menjelaskan, RSJ yang berlokasi di Kabupaten Bangli itu tidak memungkinkan lagi melakukan layanan jemput pasien dan layanan keliling sejak pemberlakuan UU No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

UU tentang Kesehatan Jiwa mengharuskan pelayanan kesehatan dilakukan secara terintegrasi, khususnya untuk pasien gangguan jiwa yang telah mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Walaupun dihadapkan dengan peningkatan kunjungan pasien, ia berpandangan dengan sistem layanan yang baru ini pihaknya cukup terbantu dari sisi kemudahan melakukan tabulasi kondisi pasien. “Di sisi lain, kami berharap teman-teman kabupaten/kota untuk sama-sama peduli pada pasien gangguan jiwa,” ujarnya.

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen − one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password