Jokowi: Jangan Sampai Alat Pertahanan Kita Banyak Beli di Luar

Covesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji line produksi pada PT Pindad (Persero) yang dinilainya sudah sangat bagus. Alur produksinya jelas, kemudian tempat untuk berproduksipun juga bersih.

“Itu memperlihatkan manajemen produksi itu baik atau tidak baik. Alur mulai dari raw material, produksi di mesin, kemudian assembling itu kelihatan,” kata Jokowi kepada wartawan di sela-sela peninjauannya ke PT Pindad, Bandung, Senin (12/1/2015) siang.

Yang perlu didorong dari PT Pindad, menurut Jokowi, adalah agar kapasitas produksinya berlipat. Ia menilai, hal itu bergantung pada marketingnya. “Marketingnya jangan bergantung saja pada TNI/Polri/Kementerian tapi juga harus masuk ke pasar-pasar di luar Indonesia,” tuturnya seperti dikutip covesia.com dari setkab.go.id.

Presiden mengaku sudah menyampaikan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno, kalau marketingnya bagus, produksinya punya kemampuan, kita suntik Penyertaan Modal Negara (PMN)-nya, baik untuk investasi atau untuk modal kerja.

“Kita harus seperti itu, jangan sampai alat-alat pertahanan itu kita banyak beli di luar. Kalau memang kita belum bisa berproduksi ya join dengan luar, tapi (produksinya) di sini. Arahnya akan kesana,” terang Presiden Jokowi.

Diakui Kepala Negara, ada beberapa yang memang kita belum siap (masih) untuk memproduksi sendiri. Tetapi, lanjut Presiden, ia telah mengarahkan untuk join dengan industri pertahanan di dalam negeri. “Senjata, kendaraan tempur, panser local contentnya bisa 80 persen,” kata Jokowi.

Mengenai jumlah modal yang disuntikkan pemerintah, Presiden Jokowi menyebut angka Rp 700 miliar. Namun Presiden berjanji akan melihat dengan suntikan seperti itu memberi nilai tambah apa, dampak apa ke ekonomi maupun ke negara.

“Kalau sudah diberi suntikan harus diberi target. Enak aja sudah diberi duit nggak diberi target,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa PT Pindad sebenarnya sudah masuk ke pasar komersil meski persentasenya kecil, 80-20 (dari 95 persen produksi untuk dalam negeri— 5 persen luar ekspor). Namun Presiden meyakini, masih banyak peluang di sisi komersial tinggal kesiapan di produksi harus dihitung, kesiapan di marketing juga harus bisa memegang pasar.

0 Comments

Leave a Comment

four × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password