Prancis Tempatkan 5.000 Polisi dan Tentara di Sekolah Yahudi

Covesia.com – Setelah Amedy Coulibaly, pria bersenjata yang menewaskan seorang polisi wanita dan empat pengunjung supermarket Kosher, Prancis akan menempatkan sekitar 5.000 personil gabungan kepolisian dan tentara untuk melindungi 700 sekolah Yahudi yang tersebar di negara tersebut, Senin (12/1/2015).

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, berjanji akan “terus memburu” pria bersenjata yang menyerang pusat perbelanjaan Kosher yang dicurigai memperoleh bantuan dari seorang tak dikenal tersebut.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, juga menjanjikan perlindungan ekstra bagi institusi-institusi Yahudi di Prancis. Kepada para orang tua yang anaknya bersekolah di lembaga Yahudi, dia mengatakan bahwa tentara akan ditempatkan untuk berjaga-jaga.

Komunitas Yahudi saat ini tengah tergoncang akibat serangan pada Jumat (9/1/2015) di pusat perbelanjaan kosher di bagian selatan Prancis. Insiden itu muncul hanya dua hari setelah dua orang bersenjata, Said Kouachi dan saudaranya Cherif Kouachi, menembaki kantor majalah Charlie Hebdo dan menewaskan 12 orang.

Diketahui kemudian bahwa Cherif Kouachi bertemu dengan Coulibaly di penjara. Menanggapi hal tersebut, Valls mengatakan akan memisahkan tahanan tindak terorisme dengan penjara biasa. Menurut Vallas, langkah tersebut harus diterapkan di seluruh penjara Prancis. (ant/uji)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen − six =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password