Harimau Sumatera “Sandy” Ditemukan Mati di TMSBK Bukittinggi

Covesia.com – Ternyata, rumor dan informasi yang berkembang terkait matinya satwa langka Harimau Sumatera di TMSBK Bukittinggi memang benar adanya.

Kematian satwa langka itu diakui oleh Kepala Resor, Badan Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Veraciko yang dihubungi covesia.com Senin, (12/1/2015) sore.

Veraciko mengatakan, Harimau Sumatera bernama Sandy, bukan Sean seperti yang diinformasikan sebelumnya, ditemukan petugas TMSBK tergeletak mati pada Minggu,(11/1/2015), ungkapnya.

Dia juga menuturkan, satwa langka harimau Sumatera itu mati, karena tidak mau makan sejak sepekan yang lalu, harimau itu juga mengalami sesak nafas, jelasnya.

Disebutkan juga oleh Veraciko, selama seminggu belakangan Sandy sudah tidak mau makan, diduga satwa langka itu mengalami penyakit di bagian disaluran pencernaannya, kata Veraciko.

Namun, dari informasi yang didapati BKSDA dari pihak TMSBK, ada tumpukan air pada bagian paru dan jantung, terangnya.

Kepala Bidang TMSBK Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi, Iqbal hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi.

Seperti diketahui, Rabu, 1 Mei 2013 silam, dua ekor harimau betina dari Jambi diserahkan ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.

Dua ekor harimau betina dari Kebun Binatang Jambi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi saat itu, Noverdi.

Saat itu, kedua Harimau Sumatera itu masih berumur berumur 7 bulan dan diberi nama “Sandy dan Sean”, yang merupakan titipan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi yang diserahkan kepada BKSDA Sumatera Barat.

Kemudian BKSDA Sumatera Barat menyerahkan ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi.(job)

0 Comments

Leave a Comment

nine + eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password