Mantan Presiden Sri Lanka Bantah Tuduhan Upaya Kudeta Pemerintah Baru

Covesia.com – Mantan Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa membantah tuduhan pemerintah mengenai upaya pengkudetaan pemerintah baru. Dikabarkan bahwa Mahinda Rajapaksa berusaha mengkudeta pemerintah baru dan bersikeras untuk tetap menjadi presiden meski kalah dalam pemilu pada 8 Januari 2015.

“Saya menyangkal semua informasi mengenai kemungkinan adanya upaya untuk menggunakan kekuatan militer untuk mempengaruhi hasil pemilu,” tegas Rajapaksa dalam akun Twitter miliknya @PresRajapaksa, Selasa (13/01/2015).

Rajapaksa juga menambahkan bahwa ia sudah terlebih dahulu mengetahui hasil pemilu tersebut sebelum diumumkan pada jumat (09/01/2015) lalu.

Staf ahli presiden terpilih, Maithripala Sirisena telah melontarkan tuduhan bahwa Rajapakse berusaha untuk tetap berada pada kekuasaannya dengan membujuk tentara dan kepala polisi negara itu untuk menyebarkan pasukan keamanan.

Rajapaksa menepis tuduhan kudeta itu ketika Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke negaranya dalam menyerukan keadilan, pemulihan dan persatuan di negara yang sedang bangkit dari perang separatis dengan Tamil itu.

Awalnya, Rajapaksa menanggapi tuduhan tersebut dengan menuliskan bahwa ia akan “selalu mematuhi keputusan publik” dalam akun Twitter.

Rajapaksa yang telah dikenal sebagai pemimpin terlama di Asia Selatan, telah banyak mendapatkan pujian karena berhasil mengakui kekalahannya dari Sirisena sebelum hasil akhir diumumkan.

Tepat sebelum pemerintahan baru terbentuk, Menteri Luar Negeri, Mangala Samaraweera mengatakan Rajapaksa sebenarnya sudah mencoba untuk membujuk para pemimpin militer dan polisi untuk membantu agar dirinya bisa tetap tinggal di kantor presiden dengan menggunakan kekerasan.

“Orang-orang berpikir itu adalah transisi yang damai, namun kenyataannya tidak,” ujar Samaraweera dalam konferensi pers akhir pekan lalu.

“Hal pertama yang akan dilakukan oleh kabinet baru adalah untuk menyelidiki adanya upaya kudeta dan konspirasi yang dilakukan oleh Presiden Rajapaksa,” tambah Samaraweera. (ant/peb)

0 Comments

Leave a Comment

five − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password