Karyawan Freport Diimbau Polisi Kembali Bekerja

Timika -Kepolisian Resor Mimika, Papua,
mengimbau karyawan PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan
privatisasi serta kontraktornya untuk kembali bekerja lantaran aspirasi
mereka sudah dibahas di tingkat manajemen perusahaan. “Semua
yang berkepentingan hendaknya menjadi bagian yang menyelesaikan
persoalan. Aspirasi karyawan sudah dibicarakan di tingkat pimpinan PT
Freeport. Bupati Mimika juga sudah mengambil alih persoalan ini. Kita
karyawan kembali bekerja seperti biasa supaya hak-hak kita terima.
Jangan kita ikut-ikutan, nanti pada akhirnya kita sendiri yang menjadi
korban,” kata Kabag Ops Polres Mimika, Komisaris Polisi Arnolis Korowa
di Timika, Senin (3/11/2014).

Ia menyampaikan hal itu menyikapi aksi
penyegelan Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia di
bilangan Jalan Budi Utomo, Kelurahan Inauga, Sempan Timika, Senin. Penyegelan Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PT Freeport dilakukan
oleh sekelompok massa yang menamakan diri Forum Komunitas Peduli PT
Freeport Indonesia lantaran menolak rencana aksi mogok ribuan pekerja PT
Freeport, PT KPI dan PT PJP.

Korowa mengatakan massa yang
menyegel Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI PT Freeport sudah
menyampaikan surat secara resmi ke Polres Mimika sejak Jumat (31/10). Polisi menilai aksi penyegelan tersebut sah-sah saja. “Siapapun dia punya hak untuk menyampaikan aspirasi perorangan
maupun kelompok/massa sejauh bisa terakomodasi secara normatif. Kami
tidak mau menjadi pemadam kebakaran. Silakan yang berkompeten
berkomunikasi dengan polisi. Kita tidak boleh memaksakan kehendak,”
ujarnya.

Massa yang mengatasnamakan para tokoh masyarakat,
tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan karyawan tujuh menyegel
Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI dengan cara menumpahkan material
pasir tepat di pintu masuk kantor yang bersebelahan dengan Kantor BRI
Cabang Timika itu.

Massa memasang sebuah spanduk bertuliskan
“Kantor SPSI Disegel Forum Komunitas Peduli PT Freeport Indonesia.
Terkait Rencana Aksi Mogok, Kami Menghendaki PT Freeport Tetap Berdiri
di Tanah Amungsa”.

Aksi penyegelan Kantor PUK SP-KEP SPSI PT
Freeport berlangsung cukup singkat. Saat itu di kantor tersebut belum
terdapat pengurus PUK SP-KEP SPSI PT Freeport maupun pekerja yang
biasanya selalu bergerombol untuk mengecek informasi kegiatan PUK SP-KEP
SPSI PT Freeport. Apalagi saat itu Timika sedang diguyur hujan cukup
lebat.

Aksi penyegelan kantor tersebut disesalkan oleh Wakil
Ketua Bidang Advokasi PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia, Yopi
Morin. Morin memastikan bahwa PUK SPSI PT Freeport akan menempuh jalur
hukum untuk menyikapi masalah tersebut. “Kami semua tidak
tahu. Kantor Sekretariat PUK SPSI PT Freeport disegel oleh sekelompok
orang yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Peduli PT Freeport. Kami
tidak menanggapi aksi mereka. Namun kami sangat menyayangkannya karena
semua penyelesaian masalah seharusnya bukan dilakukan dengan cara-cara
anarkis, provokasi dan membenturkan masyarakat dengan karyawan,” ujar
Yopi.

Untuk menghindari bentrok dengan massa forum peduli
Freeport, Yopi menginstruksikan para pekerja PT Freeport meninggalkan
Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI. “Saya sudah sampaikan ke anggota agar kita bubar dari sini. Kita tidak perlu tanggapi,” ujarnya.

Yopi menilai masyarakat asli mendapat informasi yang keliru tentang
kegiatan PUK SP-KEP SPSI PT Freeport. Padahal pengurus PUK SP-KEP SPSI
PT Freeport dan dua perusahaan privatisasinya yakni PT Kuala Pelabuhan
Indonesia dan PT Puncak Jaya Power sudah bersepakat dengan pimpinan
tertinggi Freeport McMoRan, James Robert Moffet untuk membatalkan
rencana mogok kerja yang semula direncanakan berlangsung selama sebulan
sejak 6 November-6 Desember 2014.

Menurut dia, sampai saat
ini para pekerja PT Freeport dan dua perusahaan privatisasinya itu masih
menunggu kedatangan tim pengurus PUK SP-KEP SPSI dari Jakarta yang
mengikuti pertemuan dengan James Robert Moffet di Bandara Halim Perdana
Kusuma pada Jumat (31/10) untuk mendengarkan isi poin kesepakatan antara
serikat pekerja dengan pihak manajemen Freeport.

Yopi Morin mengimbau pekerja agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan kepentingan mereka sendiri. “Bagi yang libur agar tetap berada di rumah dengan keluarga di
Timika, sedangkan bagi pekerja yang masuk silakan ke Tembagapura sesuai
jadwal kerja masing-masing. Kami menganjurkan agar pekerja tidak
berkumpul di kantor sekretariat SPSI,” imbaunya.(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

1 × five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password