Korea Utara Tawar AS Bicara Empat Mata Soal Nuklir

Covesia.com – Korea Utara menawarkan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat mengenai proposalnya menangguhkan pengujian nuklir dan menyatakan dialog dapat memuluskan jalan bagi perubahan-perubahan di Semenanjung Korea.

Dalam satu pesan yang diserahkan kepada pihak AS pada Jumat pekan lalu, Pyongyang membuat tawaran tersebut untuk menangguhkan pengujian nuklir jika AS membatalkan sementara pelatihan militer bersama di Korea Selatan.

Departemen Luar Negeri AS menolak tawaran itu dengan menyebutnya “ancaman implisit” tetapi menyatakan pihaknya “masih terbuka untuk berdialog” dengan Pyongyang.

Wakil Duta Besar Korea Utara untuk PBB An Myong Hun mengatakan dalam jumpa pers bahwa tawaran tersebut masih berlaku.

“Kami siap, pemerintah DPRK siap, untuk menjelaskan maksud di balik proposalnya langsung kepada Amerika Serikat,” kata utusan itu sebagaimana dilaporkan AFP dilansir covesia.com, Rabu (14/1/2015).

“Kami siap untuk itu jika Amerika Serikat menginginkan penjelasan tambahan tentang proposal itu.”

Utusan tersebut mengindikasikan bahwa pembicaraan itu dapat mengarah kepada perjanjian lebih luas.

“Jika proposal ini terlaksana tahun ini, banyak hal yang akan mungkin terjadi,” kata dia. “Saya tak akan lebih jauh, tetapi banyak hal yang mungkin akan terjadi.”

AS, yang memiliki hampir 30.000 prajurit yang secara tetap ditempatkan di Korea Selatan, melakukan serangkaian pelatihan militer bersama dengan sekutu kuncinya di Asia itu tiap tahun.

Seoul dan Washington menyatakan pelatihan-pelatihan bersifat defensif, tetapi Pyongyang mengutuknya dan menyatakan pelatihan tersebut merupakan pelatihan provokatif untuk invasi.

Korea Utara telah mengadakan tiga pengujian nuklir — yang terakhir pada Februari 2013 — dan baru-baru ini mengancam melakukan pengujian keempat sebagai respons atas resolusi PBB yang mengutuk rekor hak-hak asasi manusianya.

Utusan Korea Utara itu menyatakan bahwa proposal kepada AS itu “merupakan tawaran sangat berarti dan signifikan” yang akan menciptakan suasana kondusif bagi dialog dan kerja sama di Semenanjung Korea.

Amerika Serikat dan Korea Utara berperang pada 1950-1953 dan tidak memiliki hubungan diplomatik.

Selasa pagi para pejabat AS memperingatkan bahwa mereka mempertimbangkan sanksi-sanksi lain terhadap Korea Utara sebagai balasan atas serangan dunia maya atas Sony, yang Washington persalahkan atas Pyongyang. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password