DPD: Perbaikan Penyelenggaraan Haji Bisa Dimulai Dari Manasik

Covesia.com – Proses penyelenggaraan haji baru berlangsung pada September mendatang.Tetapi, berbagai masukan dan saran agar penyelenggaraan haji ke depan lebih baik mulai mengalir ke Kementerian Agama. Salah satunya dari Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menyoroti kualitas bimbingan manasik haji.

Anggota DPD, Fahira Idris, melalui press rilis yang diterima covesia, Rabu (14/1) mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia sudah menjadi event nasional yang besar. Karena, selain melibatkan banyak pihak di dalam negeri, pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di negara lain yaitu Arab Saudi sehingga sangat kompleks.

“Karena itu harus ada evaluasi setiap kali penyelenggaraan haji selesai. Ini agar penyelenggaraan haji kedepan terus lebih baik dan sempurna. Bukan mencari-cari kesalahan. Salah satu temuan Komite III DPD adalah perlu ada terobosan untuk meningkatkan kualitas manasik haji,” ujar Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD.

Menurut Fahira, dari semua proses penyelenggeraan haji, ada tiga poin penting yang patut mendapat perhatian untuk ditingkatkan kualitasnya yaitu, pembinaan, pelayanan (baik saat berada di Indonesia maupun di Arab Saudi) dan terakhir perlindungan jemaah haji. Manasik haji termasuk dalam kategori pembinaan yang sangat menentukan lancar-tidaknya jemaah saat menjalankan rangkaian kegiatan di tanah suci.

Berdasarkan hasil temuan Komite III DPD, lanjut Fahira, pola manasik haji pada 2015 ini harus diformat ulang dengan lebih mengutamakan praktek langsung berupa simulasi, daripada teori. Selain itu, pembimbing manasik haji harus disertifikasi agar terdapat standar yang sama diantara para pembimbing haji, baik dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Saya masih dapat laporan kalau ada beberapa pembimbing haji yang masih belum paham sepenuhnya rukun haji. Di satu sisi, ada juga jemaah selama di tanah suci tidak mengikuti secara utuh proses rangkaian ibadah haji. Mungkin karena ketidakpahaman. Oleh karena itu, kegiatan manasik haji harus jadi perhatian dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” ujar perempuan yang juga Pengurus Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

(aan/zik)

0 Comments

Leave a Comment

eight + twenty =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password