Yusril: Presidium Penyelamatan Partai Golkar Tidak Ada Dalam AD/ART

Covesia.com – Pakar hukum tata negara sekaligus penasihat kuasa hukum kubu Ical, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pendapatnya mengenai dasar dan patitum gugatan DPP Golkar hasil Pekanbaru melalui akun twitternya @Yusrilihza_Mhd.

“Yang digugat adalah presidium penyelamat partai golkar dan ketua umum serta sekjen DPP patitum gugatan hasil Munas Ancol,” Tulisnya, Rabu (14/1/2015)

Menurutnya presidium penyelamatan partai Golkar adalah institusi yang tidak dikenal dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar sehingga kubu Agung Laksono tidak berhak menyelenggarakan Munas Bali.

Disamping itu ia mengatakan penyelenggaraan munas di Ancol juga tidak sesuai dengan Undang-Undang Partai Politik dan AD/ART yang secara hukum merupakan ilegal, dan ia berharap pengadilan memutuskan munas di Bali adalah sah yang sesuai dengan UU Parpol dan AD/ART untuk memimpin partai beringin periode 2014-2019.

“Gugatan tersebut juga memohon putusan provisi agar selama gugatan perselisihan parpol belum mempunyai kekuatan hukum tetap, dan pengadilan menetapkan pengurus DPP PG hasil munas Pekanbaru tahun 2009 sebagai DPP PG yang sah untuk memimpin partai dalam masa transisi,”tambahnya.

Disampaikannya maksud permohonan putusan provisi tersebut penting agar tidak terjadi kevakuman pimpinan partai ketika konflik internal sedang terjadi.(fda/utr)

0 Comments

Leave a Comment

14 − four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password