DPRD Riau Geregetan Riau Petroleum Belum Bekerja

Pekanbaru – Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menyayangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang
ditunjuk mengelola ladang minyak Blok Siak, Riau Petroleum belum mempunyai
persiapan untuk bekerja menjelang habisnya kontrak PT Chevron Pacific
Indonesia (CPI) di lokasi itu,pada 27 November mendatang.

“Chevron telah menyerahkan pengelolaan Blok Siak ke Pertamina kemudian
diberikan ke Riau Petroleum, namun sampai saat ini belum ada titik
terangnya dalam melakukan tugas yang diberikan. Kita ingin agar
kesempatan ini jangan disia-siakan,”ungkap Ketua Komisi D DPRD Riau,
Erizal Muluk di Pekanbaru, Senin (3/11/1014).

Menurutnya, hal ini juga
kan menimbulkan keraguan di pemerintah pusat untuk memberikan kesempatan
lainnya seperti Blok Rokan yang juga akan habis kontraknya tujuh tahun
lagi. Jika pada 27 November nanti tidak juga bekerja, yang rugi tidak
hanya Riau saja, tapi juga Indonesia karena produksi terhenti.

“Kita akan memanggil dinas terkait dan direksi Riau Petroleum untuk
memberikan rekomendasi kepada pemerintah provinsi. Bisa saja nanti
merekomendasaikan direktur diganti jika tidak ada juga tindakan,”
ujarnya.

Dia mengatakan, Riau Petroleum telah mendapatkan
perintah mengelola Blok Siak sejak 18 Agustus 2014. Sementara CPI
sendiri telah memperpanjang pengelolaan selama 2×6 bulan sejak 27
November 2013 menunggu persiapan yang akan melanjutkan ladang minyak
dengan produksi dua ribu perbarrel itu.

Hal tersebut
disampaikan Erizal ketika menerima aspirasi dari Forum Minyak Riau yang
diketuai Syamsuhar yang meminta kepada DPRD Riau untuk merekomendasikan
perombakan direksi Riau Petroleum.

“Segera rombak
manajemennya, kita perhatikan sejak enam bulan sampai sekarang tidak ada
tindakannya. Kami lewat Siak Golf setiap hari, kita prihatin jika ini
dibiarkan terus. Jika tidak ada yang lain, kita sanggup mengelolanya.
Kami punya tenaga S2 dan S3 serta berpengalaman paling kurang 25 tahun.
Untuk mengurusnya 50 orang cukup, kami bahkan punya ratusan,” terang
Syamsuhar.

Ditanyakan apakah ada sponsor tertentu untuk
menuntut hal itu, dia membantahnya karena ini murni dilakukan atas dasar
keprihatinan tidak dimanfaatkannya Sumber Daya Alam Riau secara maksimal selama ini,tukuknya.(ant/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

8 + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password