Tiga Mobil Dinas Eks DPRD Riau Raib

Covesia.com – Tiga unit mobil dinas yang dipinjam pakaikan kepada anggota DPRD Riau periode 2009 – 2014 raib dan tak jelas dimana rimbanya.

Sekretaris DPRD Provinsi Riau, Zulkarnain Kadir, menyatakan kesulitan untuk melacak tiga mobil dinas, yang hingga kini belum dikembalikan oleh mantan anggota dewan periode 2009-2014, dalam melakukan penertiban terhadap aset negara.

“Ada tiga unit mobil yang tidak jelas rimbanya. Rumah dan nomor HP mantan anggota dewan yang setelah ditelusuri ternyata sudah pindah dan tidak aktif lagi,” kata Zulkarnain Kadir di Pekanbaru, Rabu (14/1/2015).

Pemprov Riau di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, sejak 2014 memang gencar untuk melakukan penghematan anggaran dan menertibkan aset negara.

Ia memerintahkan agar 55 mobil dinas yang sebelumnya digunakan oleh mantan anggota DPRD Riau untuk dikembalikan ke negara, dan tidak menganggarkan lagi pengadaan mobil baru untuk legislator yang baru.

Meski begitu, Zulkarnain Kadir mengakui upaya untuk mengambil kembali mobil dinas tersebut bukan perkara mudah. Hingga kini ia mengatakan masih ada tujuh unit mobil yang belum dikembalikan. Selain tiga unit mobil yang kini raib, ia mengatakan ada empat unit mobil dinas lainnya yang masih dikuasai mantan legislator.

Bahkan, bekas wakil rakyat yang terhormat itu tidak bersedia mengembalikan mobil tersebut secara sukarela dengan berbagai alasan. “Empat unit lagi diminta kami jemput karena mobil tersebut ada di luar kota. Ada yang dalam keadaan rusak dan tidak layak pakai,” ujarnya.

Karena itu, Zulkarnain Kadir mengatakan berdasarkan rapat antara Sekretariat DPRD Riau bersama Satpol PP Riau didapatkan kesimpulan bahwa tim penertiban mobil dinas eks mantan DPRD Riau diberi waktu sampai tanggal 18 Januari untuk menjalankan tugas.

“Setelah itu, semua data dan kendaraan yang tidak bisa ditarik akan kami serahkan ke Satpol PP untuk diadakan penarikan paksa, dan tidak ada lagi-lagi alasan,” tegasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya dengan beragam cara secara aturan, persuasif, dan kekeluargaan dalam melakukan penertiban mobil dinas tersebut.

“Dan kalau sudah diserahkan ke Satpol PP kami tidak bertanggung jawab lagi atas penarikan kendaraan tersebut. Itu menjadi tanggung jawab Satpol PP, dan kalau pun ada yang mau mengembalikan silakan ke Satpol PP,” katanya. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

one × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password