19 Perusahaan Tambang di Sultra diduga Rusak Lingkungan

Kendari – Sebanyak 19 perusahaan pertambangan di Sulawesi Tenggara diduga merusak lingkungan dan melakukan “illegal mining” atau penambangan ilegal.

“Belasan perusahaan tambang yang diduga merusak lingkungan dan melakukan penambangan ilegal itu telah diendus oleh penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sultra Amal Jaya di Kendari, Selasa (4/11/2014).

Penyidik KPK sudah mengumpulkan bukti-bukti dari pelanggaran yang dilakukan oleh 19 perusahaan tambang tersebut, sejak awal tahun 2014. “Kita tidak paham, mengapa penyidik KPK belum menyidik kasus perusakan lingkungan dan illegal mining yang diduga dilakukan oleh 19 perusahaan pertambangan itu,” katanya.

Padahal, Dinas Kehutanan Sultra sendiri telah menyerahkan sejumlah berkas kepada penyidik KPK yang datang di Kendari khusus menyelidiki pelanggaran dari perusahaan tambang itu. 19 perusahaan tambang tersebut diketahui merusak lingkungan dan terlibat illegal mining, setelah penyidik KPK memeriksa dokumen dari ratusan perusahaan tambang yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sultra.

“Dari ratusan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan yang diselidiki KPK, 19 dinyatakan bermasalah oleh KPK,” ujarnya. (ant)

0 Comments

Leave a Comment

twenty − nineteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password