Komnas HAM Desak Presiden Tidak Lantik BG Sebagai Kapolri

Covesia.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta agar Presiden Joko Widodo tidak melantik calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang statusnya sudah sebagai tersangka.

“Kapolri merupakan kedudukan yang sangat penting dan strategis. Jika seorang calon Kapolri statusnya sudah menjadi tersangka, ini berarti sudah tidak bersih. Saya pesimis calon ini bisa menjadi seorang pemimpin yang bisa melakukan penegakan hukum,” ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Siane Indriani di Kantor Komnas HAM Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Menurut Siane, jika seseorang yang sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh KPK, kecil kemungkinan bisa lolos dari jeratan hukum.

“Pemerintah harus komitmen dan segera membatalkan calon ini. Lagi pula ini bukan dalam keadaan darurat, masa jabatan Kapolri Jendral Sutarman pun baru berakhir pada Oktober 2015,” tandas Siane.

Siane menambahkan, Kompolnas pun tidak melibatkan Komnas HAM dalam pencalonan Kapolri.

“Biasanya Komnas HAM dilibatkan dalam hal meminta pandangan dan laporan terkait pelanggaran HAM seseorang. Kita bisa memberikan rekam jejak kepada Kompolnas terkait pelanggaran HAM,” tukas Siane.

Seperti diketahui, meskipun menyandang status tersangka atas kasus dugaan rekening gendut, Komisi III DPR tetap menyetujui Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri.

(jon.lif)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen − 12 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password