Gubernur Itu Milik Rakyat, Bukan Milik Komunitas

Covesia.com – Tanpa terasa Drs.H Muslim Kasim, Akt, MM yang akrab dipanggil ‘MK’ ini sudah memasuki tahun kelima mendampingi Gubernur Irwan Prayitno menjadi Wakil Gubernur Sumbar. Ia merasa tidak bisa melakukan apa-apa selama hampir lima tahun ini.

Alasannya ia sama sekali tidak diberi peran yang sesungguhnya oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. “Jangankan jadi ban serep, dibawa saja tidak. Kalau ban serep kan juga dibawa-bawa,”katanya lantang, ketika menjawab pertanyaan Tim covesia.com yang menjambanginya di kediamannya di Kawasan Jalan Sudirman Padang, Sumatera Barat, Rabu malam (14/1/2015).

Untuk itu, ia membulatkan tekad maju dalam pemilihan Gubernur Sumbar periode 2015-2015 mendatang sebagai calon Gubernur Sumatera Barat. Muslim Kasim mengaku siap untuk maju menjadi orang nomor satu di Sumatera Barat (Sumbar).

Berikut merupakan hasil wawancara Tim Covesia.com, Marjeni Rokcalva, Alif Ahmad dan Pebri Anita Sari menyangkut berbagai hal selama menjadi wakil gubernur dan strateginya menjadi calon Gubernur Sumbar.

Optimalkah Anda menjadi wakil gubernur yang sudah hampir lima tahun di Sumbar?

Saya menilai kinerja saya selama hampir lima tahun ini masih belum optimal. Masih banyak kekurangan disana-sini yang perlu ditingkatkan.

Penyebabnya?

Semua itu salah satunya dikarenakan banyaknya batasan yang saya alami. Selama ini orientasi kepala daerah dan kepala dinas hanya berpusat kepada gubernur tanpa melibatkan wakil gubernur. Sehingga saya merasa dibatasi. Seharusnya wakil gubernur juga diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk mengatur, karena gubernur dan wakil gubernur merupakan eksekutor dan satu paket kepemimpinan.

Walau belum optimal, tentu ada yang Anda lakukan selama ini. Boleh tahu?

Ya, ketika saya sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPD) yang mendorong bidang-bidang pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas nelayan dan pengurangan tingkat kemiskinan. Semua itu kita lakukan dengan berkoordinasi dengan wakil-wakil bupati dan wakil-wakil walikota yang sebagai ketua TKPD di daerah, kabupaten/ kota.

Kita beralih ke persoalan lain. Bagaimana Anda melihat sosok Gubernur Irwan Prayitno, sejak dilantik hingga saat ini?

Secara pribadi, saya menilai Irwan Prayitno sangat baik. Namun secara politik mungkin sedikit berbeda. Pasalnya semenjak gubernur banyak dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran, kini ia lebih banyak menerima pendapat-pendapat dari lingkarannya tersebut. Ada beberapa orang tertentu yang selalu mengintervensi kebijakan-kebijakan yang diambil oleh gubernur, sehingga saat ini saya melihat gubernur seperti terpasung dan terpenjara di dalam suatu hal-hal tertentu.

Maksudnya?

Ya, sepertinya gubernur hanya untuk kalangan komunitas tertentu saja. Padahal gubernur itu adalah gubernur seluruh rakyat dan bukan untuk untuk kalangan tertentu atau komunitas tertentu saja.

Kini kita bicara soal rencana Anda maju sebagai Calon Gubernur Sumbar pada Pilkada mendatang. Sudah siapkah Anda?

Sejak dulu saya sudah siap untuk menjadi Gubernur Sumatera Barat. Sangat siap. Dan ketika maju menjadi wakil gubernur, saya sebenarnya dulu maju sebagai gubernur. Tapi karena banyak hal dan pertimbangan, saya maju sebagai wakil gubernur.

Boleh tahu, apa strategi Anda untuk menghadapi pemilihan Gubernur Sumbar mendatang?

Yang pasti saya mempunyai strategi yang berbeda dengan calon lain. Dalam membangun Sumatera Barat, saya akan melibatkan seluruh potensi yang ada di sumbar. ‘Saiyo-sakato-serentak’ itu konsep yang pastinya harus diterapkan. Selain itu, saya juga ingin mewujudkan masyarakat Sumbar yang religius.

Dan benar-benar menerapkan prinsip ‘Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah’ (ABS-SBK). Ini merupakan konsep utama dan mendasar yang akan kita tanamkan dan terapkan. Karena pada masa sebelumnya, konsep-konsep budaya dan agama masih kurang signifikan.

Selanjutnya?

Disamping itu, saya juga akan meningkatkan kualitas derajat kesehatan, sehingga masyarakat menjadi lebih produktif, meningkatkan potensi nelayan, meningkatkan keamanan bagi para buruh. Semua konsep-konsep yang akan diterapkan nantinya, akan tertuang dalam regulasi.

Persiapan Anda, dengan strategi ini bagaimana?

Saya sudah mempersiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Tunggu saja gebrakannya nanti.

Dan yang saya tunggu tentu, hasil survey yang kita lakukan. Survey tersebut juga akan menentukan kondisi nantinya. Jika hasil survey tidak memungkinkan, maka kita akan dengan sendirinya mundur teratur. Saat ini, kita harus meningkatkan popularitas dan elektabilitas, karena jika nilai itu tidak ada, maka pertai poltikpun tidak akan melirik. (peb)

0 Comments

Leave a Comment

10 + 16 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password