Uni Eropa Desak Indonesia Batalkan Eksekusi 6 Terpidana Narkoba

Covesia.com -Uni Eropa menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk membatalkan pelaksanaan eksekusi mati terhadap enam terpidana narkoba yang akan dieksekusi 18 Januari mendatang.

Uni Eropa juga meminta Indonesia mempertimbangkan untuk menerapkan moratorium terhadap penerapan hukuman mati, hal itu sebagai langkah awal menuju penghapusan hukuman mati secara menyeluruh.

“Pengumuman akan dilaksanakannya eksekusi mati terhadap enam terpidana narkoba di Indonesia, termasuk seorang warga negara Belanda sangat disesalkan. Terakhir kali adanya eksekusi mati adalah pada bulan November 2013,” ujar Wakil Presiden Komisi Eropa, Federica Mogherini dalam keterangan pers yang diterima covesia di Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Menurut Federica Mogherini, hukuman mati adalah pidana yang kejam dan tidak manusiawi, yang gagal sebagai efek jera dan yang sangat merendahkan martabat dan integritas manusia.

“Uni Eropa menentang hukuman mati untuk semua jenis kasus dan tanpa pengecualian, dan secara konsisten menyerukan penghapusan hukuman mati secara universal,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengeksekusi mati terhadap enam terpidana kasus narkotika pada tanggal 18 Januari 2015.

Jaksa Agung HM Prasetyo berharap bagi mereka yang belum setuju dengan eksekusi mati ini diharapkan bisa memaklumi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan generasi bangsa dari cengkaraman narkotika.

“Penerapan hukuman mati ini diharapkan akan membawa dampak bagi mereka para bandar narkokita bisa jera,” kata Jaksa Agung.

(jon/lif)

0 Comments

Leave a Comment

9 + two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password