Guinea Imbang 1-1 Lawan Kongo

Covesia.com – Pertandingan di Grup A lainnya, yang mempertemukan tuan tumah Guinea Khatulistiwa bermain imbang dengan Kongo Brazzaville.

“Burkina Faso merupakan yang terkuat di grup kami, namun hari ini kami beruntung dan kami juga memiliki Didier (Ovono). Ia menjadi penentu bagi kami.” Pada pertandingan yang dimainkan sebelumnya, mimpi tuan rumah untuk memulai kompetisi dengan kemenangan menjadi berantakan ketika gol Thievy Bifouma membuat Kongo Brazzaville mampu memaksakan hasil imbang 1-1.

Bifouma, yang bermain untuk klub Spanyol Almeria, menggulirkan bola di bawah kiper Guinea Khatulitiswa Felipe Ovono tiga menit sebelum pertandingan usai untuk membatalkan gol kapten Emilio Nsue pada menit ke-16, sekaligus memastikan pertandingan pembukaan turnamen berakhir dengan hasil imbang.

Ini merupakan pertandingan yang berlangsung sengit, yang dimainkan di depan 35.000 penonton di Bata, dan kemungkinan merupakan pembukaan terbaik bagi turnamen yang terpaksa dipindahkan ke Guinea Khatulistiwa pada menit terakhir menyusul pengunduran diri Maroko akibat kecemasan virus Ebola.

Kemarahan Le Roy Bagaimanapun, pelatih Kongo Brazzaville marah setelah timnya terjebak kemacetan dalam perjalanannya menuju arena pertandingan.

“Kami terjebak macet selama 65 menit di bawah suhu panas 40 derajat (celcius) dan dengan demikian jika penampilan kami di awal pertandingan begitu buruk, itu karena hal ini,” kata veteran asal Prancis itu.

“(Perjalanan) ini biasanya hanya memerlukan 12 menit. CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) semestinya melindungi semua tim di kompetisi dan jangan tidak menghormati sebagian dari mereka.” “Merupakan hal hebat bahwa Guinea Khatulistiwa menyelamatkan kompetisi ini, mereka merupakan masyarakat yang fantatis, namun kita harus menegakkan fair play,” Stadion di Bata diwarnai lautan warna merah terang ketika ribuan penggemar tuan rumah menikmati upacara pembukaan turnamen, yang dihadiri oleh Teodoro Obiang Nguema, presiden negara kecil namun kaya minyak itu.

Ia akan gembira ketika Nsue, kapten kelahiran Spanyol yang membela klub Nzalang Nacional, menggulirkan bola ke bawah kiper Kongo Christoffer Mafoumbi menyusul pembangunan permainan bagus yang diawali oleh Kike Eboula.

Pemain muda Iban Edu nyaris menggetarkan gawnag lawan dengan sepakan dari jarak 49 meter sebelum turun minum, dan baik Javier Balboa dan Nsue memiliki sejumlah peluang lain untuk tuan rumah pada babak kedua.

Nsue kemudian mendapat peluang mencetak gol kedua ketika sepakan lobnya yang telah melewati Mafoumbi masuk ke gawang, namun gol itu dianulir karena offside.

Hal itu terbukti menjadi titik balik, ketika permainan Kongo kemudian membaik. Saat pemain pengganti Ladislas Douniama menanduk bola yang mengenai tiang gawang, kelihatannya peluang mereka telah sirna, namun Bifouma tidak melakukan kesalahan saat ia memiliki peluang.

Bagaimanapun, pelatih Guinea Khatulistiwa Esteban Becker tidak kecewa dengan penampilan timnya, dengan berkata, “Kami semestinya bisa mendapatkan tiga angka, dan menyedihkan untuk kehilangan dua angka pada lima menit terakhir.” “Namun saya senang dengan para pemain saya dan ini merupakan hasil yang adil.”

Pertandingan-pertandingan putaran kedua Grup A akan dimainkan di Bata pada Rabu (21/1/2015), ketika tuan rumah berhadapan dengan Burkina Faso sebelum Gabon bertemu Kongo.

Pada Minggu (18/12015) akan dimainkan pertandingan-pertandingan putaran pembukaan Grup B, ketika juara 2012 Zambia bertemu Republik Demokratik Kongo, dan Tunisia menantang Cape Verde di Ebebiyin. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

seven − 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password