Presiden Brazil Kecewa Atas Eksekusi Warganya

Covesia.com – Presiden Brazil merasa “kecewa dan marah” setelah Indonesia menolak permohonannya yang telah disampaikan berulang kali dan mengeksekusi seorang warga negaranya yang terbukti menyelundupkan narkotika.

Seorang juru bicara kepresidenan pada Sabtu (17/1/2015) sebagaimana dilansir AFP, Minggu (18/1/2015) menyebutkan, “Presiden Dilma Roussef mencermati — dengan penuh kekecewaan dan kemarahan — atas eksekusi warga Brazil Marco Archer di Indonesia pada hari ini,” kata sebuah pernyatan dari juru bicara terkait eksekusi itu, yang pertama kalinya menimpa warga Brazil di luar negeri.

Indonesia mengeksekusi enam terpidana kasus narkotika, termasuk lima terpidana yang merupakan warga negara asing, dalam eksekusi pertama yang dilaksanakan di bawah Presiden baru Joko Widodo.

Warga asing yang dieksekusi karena kasus narkotika itu berasal dari Brazil, Belanda, Vietnam, Malawi dan Nigeria.

Roussef pernah memohon secara pribadi kepada presiden Indonesia untuk menghentikan eksekusi tersebut.

“Presiden Dilma sangat menyesalkan bahwa permohonan terakhirnya, yang telah disampaikan berulang kali, tidak direspons oleh presiden Indonesia,” tambah pernyataan dari pihak Brazil.

“Menjatuhkan vonis mati, yang semakin ditolak oleh komunitas internasional, sangat memengaruhi hubungan antara kedua negara.”

Marco Archer Cardoso Moreira (53) dari Rio de Janeiro terbukti menyelundupkan kokain ke wilayah Indonesia pada 2004. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen + 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password