Protes Eksekusi Mati, Brazil Resmi Tarik Dubesnya dari Indonesi

Covesia.com – Eksekusi terpidana mati kasus Narkoba membuat Brazil menarik duta besarnya dari Indonesia.

Penarikan Dubes Brazil untuk Indonesia Paulo Alberto da Siveira Saores, buntut dari protes dan rasa kecewa pemerintah Brazil atas eksekusi hukuman mati bagi seorang warganya bernama Marco Archer Cardoso Moreira, 53 tahun.

Marco ditangkap pada 2003 lalu setelah polisi di bandara Cengkareng menenemukan 13,4 kg kokain yang disembunyikan di dalam peralatan olahraga. Dia lalu dieksekusi mati setelah proses hukumnya final.

Mengutip laman resmi Setkab RI, Jaksa Agung RI. H.M. Prasetyo, menyebutkan, eksekusi mati merupakan proses akhir dari perjalanan penanganan perkara. Itu yang sudah dilakukan selama ini, dan semua wujud perlakukan dari sisi kemanusiaan telah diberikan pemerintah kepada para terpidana yang dieksekusi mati itu.

“Sisi kemanusiaan bagi yang bersangkuta tetap kita perhatikan, dan kita junjung tinggi, termasuk semua permintaan terakhir dari para terpidana mati telah kita penuhi seluruhnya ,” jelas Jaksa Agung HM. Prasetyo.

Terkait dengan keberatan negara yang warganya dieksekusi mati dinihari tadi, yaitu Brasil, Belanda dan Australia, Jaksa Agug HM. Prastyo mengemukakan, bahwa pihaknya sudah menjelaskan kepada beberapa negara yang melobi agar warganya tak dieksekusi. Dan sejauh ini mereka memahami apa yang jadi concern Indonesia atas masalah narkotika.

“Putusan sudah jatuh dan berkekuatan hukum tetap, semua hak hukum sudah diberikan sehingga apa yang dia lakukan kita hargai, tapi kewajiban menghadapi eksekusi mati harus dilaksanakan,” ujar Prasetyo.

(cal)

klik juga:Presiden Brazil Kecewa atas Eksekusi Warganya

0 Comments

Leave a Comment

5 × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password