Tedjo Edhy Beberkan Alasan Presiden Berhentikan Kapolri Sutarman

Covesia.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, (Menko Polhukam), Tedjo Edhy Purdijatno menjelaskan alasan pemberhentian Kapolri Jendral Pol Sutarman Jumat (16/1/2015) malam adalah dalam rangka reformasi di internal Kepolisian Indonesia.

Ia juga menambahkan, selain pembenahan internal kepolisian, dalam rangka regenerasi di tubuh polri juga menjadi sebab pemberhentian secara terhormat Kapolri Jendral Pol Sutarman di Istana Negara.

“Pak Presiden ingin membenahi birokrasi Polri kita, baik dalam komunikasi lintas instansi sampai regenerasi. Kita evaluasi, agar hal semacam kasus Riau, bentrok antara Brimob dan TNI tidak terjadi kembali,” ucap Tedjo di Jakarta, Minggu (18/1/2015).

Sekalipun Jokowi memberhentikan Kapolri Sutarman yang masa jabatannya belum berakhir, Tedjo mengakui, Presiden merasa puas dengan kinerja Kapolri Sutarman. “Beliau katakan pak Sutarman bagus, di tingkat pusat tidak ada masalah, cukup bagus. Tetapi kita banyak menerima laporan di tingkat bawah terjadi banyak distorsi. Itulah yang ingin dibenahi,” jelasnya.

Saat ini kewenangan operasional sehari-hari Kepolisian Indonesia, diserahkan Presiden Jokowi pada Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, namun untuk urusan keputusan strategis Tedjo mengatakan ada pada Presiden.

“Kita harap ini momentum untuk mereformasi Polri, dan regenerasi. Pergantian Kapolri damai tidak ada persoalan di tingkat bawah. Pasukan di bawah masih loyal dan setia kepada siapapun pemimpin Polri yang disahkan Presiden nanti,” jelasnya. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

11 + 20 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password