Pejabat Pelestina: Rencana Pemukiman Israel Tamparan di Wajah AS

Yerusalem – Rencana Israel membangun
sekitar 500 rumah baru bagi pemukim Yahudi di daerah jajahan Jerusalem
timur adalah tamparan di wajah Amerika Serikat dan masyarakat dunia,
kata pejabat tinggi Palestina. Israel menyetujui
pembangunan rumah itu pada Senin saat kepala perunding Palestina Saeb
Erakat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di
negara adidaya itu, kata pengawas permukiman Peace Now. “Dengan keadaan di daerah jajahan Jerusalem pada titik didih, pengumuman
pemukiman terkini Israel itu adalah tamparan di wajah Kerry, ke
masyarakat dunia, rakyat Palestina, dan perdamaian,” kata Erakat dalam
pernyataan pada Senin malam (3/11/2014).

Amerika Serikat dan
masyarakat dunia mengutuk rencana berulang untuk rumah pemukim baru di
Jerusalem timur, yang Palestina inginkan menjadi ibukota negara masa
depan mereka. Israel menganggap seluruh Jerusalem sebagai ibukota tak terpisahkannya. Israel merebut wilayah timur kota itu pada 1967 dan kemudian
mencaploknya, dalam langkah tidak pernah diakui masyarakat dunia.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertekad, pada 27 Oktober membangun lebih dari 1.000 rumah pemukim baru. Pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem timur dan wilayah
jajahan Tepi Barat berulang kali merusak pembicaraan perdamaian, dengan
yang terakhir pada April ketika sembilan bulan perundingan berpenengah
Amerika Serikat rusak. “Pesan itu sangat jelas,” kata
Erakat, “Pemerintah Netanyahu memilih pemukiman daripada perundingan,
penjajahan daripada penyelesaian dua-negara, dan apartheid daripada
kesetaraan dan hidup berdampingan,” tambahnya.

Dengan
ketiadaan perundingan, yang beberapa dasawarsa gagal membawa perdamaian,
Palestina mencari penyelesaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan
memberikan tenggat dua tahun bagi Israel untuk mengakhiri pendudukannya
atas wilayah Palestina. Amerika Serikat menyatakan “sangat
menyayangkan” persetujuan Israel atas 500 rumah baru di Jerusalem Timur
di tengah ketegangan di sana.

“Sangat disayangkan bahwa pada
saat yang genting ini, Israel memutuskan menyetujui rencana pembangunan
di permukiman Ramat Shlomo di Jerusalem Timurlaut, meskipun ada
penentangan Amerika Serikat dan negara lain,” kata wanita juru bicara
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jennifer Psaki kepada wartawan
dalam taklimat harian. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

9 + nineteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password