TBS Sawit Dibeli Murah, DPRD Mukomuko Geram

Mukomuko – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, akan memanggil semua perusahaan
pengolahan hasil perkebunan yang membeli tandan buah segar kelapa sawit
petani dengan harga tidak sesuai dengan yang ditetapkan.”Secepatnya kami akan memanggil semua perusahaan itu. Setelah selesai
semua pembahasan RAPBD 2015,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten
Mukomuko Badrun Hasani di Mukomuko, Kamis (6/11/2014).

Lembaga itu,
katanya, akan mempertanyakan alasan perusahaan membeli tandan buah segar
(TBS) kelapa sawit petani di bawah harga yang ditetapkan tim dinas
perkebunan setempat, yakni sebesar Rp1.312 per kilogram. Karena, lanjutnya, harga TBS kelapa sawit di tingkat pabrik kelapa sawit
di daerah itu termasuk paling rendah dibandingkan daerah lain. Selain itu, lanjutnya, sejauhmana bentuk kerja sama perusahaan
dengan petani dan kontribusinya untuk meningkatkan produksi petani di
daerah itu. “Setahu kami sampai sekarang belum ada
kontribusi perusahaan selain membeli TBS kelapa sawit terhadap petani,”
ujarnya lagi.

Terkait dengan rapat membahas harga TBS kelapa
sawit antara ikatan petani sawit mandiri, perwakilan perusahaan, dan
pemerintah setempat, ia mengatakan, pihaknya kecewa karena tidak
dilibatkan dalam rapat dengan kelompok petani yang menuntut kenaikan
harga TBS kelapa sawit. “Kami kecewa tidak dilibatkan saat
rapat itu. Padahal bidang di komisi ini berkaitan dengan masalah petani
tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, jika lembaga itu dilibatkan saat rapat tersebut maka
untuk selanjutnya lembaga tidak perlu lagi memanggil pabrik kelapa sawit
saat ada keluhan dari petani. Karena, lanjutnya, lembaga sudah mengetahuinya dari hasil kesimpulan rapat dengan pabrik kelapa sawit di daerah itu. “Kalau sekarang bisa kerja dua kali. Setelah pertemuan dengan
pemerintah setempat, selanjutnya lembaga ini yang memanggil pihak pabrik
tersebut,” ujarnya.Kendati demikian, katanya, pihaknya
akan terus memantau perkembangan harga TBS kelapa sawit agar tidak
dipermainkan oleh pihak perusahaan.

Kabid Perkebunan Dinas
Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko
Wahyu Hidayat mengatakan kesimpulan rapat itu IPSM mengusulkan
pembentukan tim kecil dari daerah itu yang bertugas mencari informasi
sebanyak-banyaknya mengenai harga TBS sawit sebelum ditetapkan oleh tim
penetapan harga TBS kelapa sawit provinsi setempat.

Karena,
lanjutnya, IPSM melihat selama ini harga TBS kelapa sawit rendah karena
dari 10 pabrik kelapa sawit di daerah itu hanya dua hingga tiga pabrik
yang menyerahkan data ke tim penetapan harga TBS kelapa sawit. Selain itu, lanjutnya, sedikitnya keterwakilan pabrik kelapa sawit
saat rapat penetapan harga TBS kelapa sawit di Kota Bengkulu. Hasil kesimpulan rapat selanjutnya, katanya, ada usulan dari IPSM agar
pabrik memberikan pembinaan kepada petani agar produksi TBS kelapa
sawit meningkat. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

17 − 15 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password