Di Agam, Empat Kecamatan Rawan Banjir

Sumbar – Curah hujan yang cukup tinggi dari siang hingga malam, menyebabkan air Batang Antokan, Batang Sitanang dan lainnya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), sering meluap. Akibatnya, empat dari 16 kecamatan di daerah itu merupakan daerah rawan banjir.

“Keempat kecamatan itu yakni, Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Warsito di Lubuk Basung, Kamis (6/11/2014).

Ia menjelaskan daerah rawan banjir di Kecamatan Lubuk Basung berada di Pasar Durian dan Kurao Manggopoh. Untuk Kecamatan Tanjung Mutiara berada di Gadiah Angiak, Muaro Putih dan lainnya.

Lalu di Kecamatan Tanjung Raya di Nagari Duo Koto. Sementara Kecamatan Ampek Nagari di Bawan, Batu Kambiang dan lainnya. “Daerah ini sering dilanda banjir ketika diguyur hujan dari siang hingga malam, akibat meluapnya air Batang Antokan, Batang Sitanang dan lainnya,” katanya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada warga yang berada di daerah itu agar meningkatkan kewaspadaan dan berlindung di daerah yang tinggi. Sehingga, tambah dia, tidak ada korban jiwa dan harta benda akibat banjir ini.

Agam dengan luas 2.232,30 km, merupakan daerah rawan bencana alam atau supermarket bencana di Sumbar, karena memiliki perbukitan, lembah, dataran rendah, laut dan gunung merapi aktif.

Dengan wilayah seperti ini, potensi bencana tidak hanya banjir saja. Namun juga bencana longsor di Kecamatan Palembayan, Malalak, Lubuk Basung, Tanjung Raya dan Palupu. “Pada Rabu (5/11), satu unit rumah tertimbun longsor di Berok Jorong Batang Paiarau, Nagari Kampuang Pinang Kecamatan Lubuk Basung,” katanya.

Gunung meletus di Kecamatan Canduang, Sungai Pua, Baso, Banuhampu dan Ampek Angkek. Tsunami dan abrasi pantai di Kecamatan Tanjung Mutiara. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

seventeen − 16 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password