Artha Meris Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Jakarta – Dinilai telah memberikan suap sebesar 522.500 dolar AS, Direktur PT Kaltim Parna Industri, Artha Meris Simbolon dituntut 4 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 5 bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum KPK, Irene Putri di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (6/11/2014) mengatakan, uang suap diberikan kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.

“Meminta agar majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara ini untuk menyatakan terdakwa Artha Meris Simbolon terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan menyuap pegawai negeri atau penyelenggara negara dan menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan ditambah dengan denda Rp150 juta subsider 5 bulan kurungan,” katanya.

Tuntutan tersebut berdasarkan dakwaan primer yaitu pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit. Hal yang merintangkan adalah terdakwa belum pernah dihukum,” tambah jaksa Irene.

Jaksa KPK menilai bahwa Artha Meris memberikan suap kepada Rudi Rubiandini sebesar 522.500 dolar AS melalui pelatih golf Rudi, Deviardi, supaya Rudi memberikan rekomendasi untuk menurunkan formula harga gas untuk PT KPI kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

twelve − two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password