Evakuasi Korban AirAsia, Empat Basarnas Gabungang Sisir Peraian Majene

Evakuasi Korban AirAsia Empat Basarnas Gabungang Sisir Peraian Majene Logo AirAsia

Covesia.com - Setelah Badan SAR Nasional mengumumkan pemberhentian proses pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Pangkalanbun (18/1/2015), Gabungan Barsarnas dari empat daerah kembali lakukan penyisiran korban pesawat naas tersebut di Perairan Majene Sulawesi Barat dan Pinrang Sulawesi Selatan.

Basarnas yang berasal dari Denpasar, Balikpapan, Palu dan Makassar ini sudah membuat posko induk di Majene.

"selama empat hari berturut-turut, warga pesisir yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan itu menemukan bagian-bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 mulai dari kursi, tas, koper serta lainnya yang merupakan milik dari para penumpang," kata Kusnadi Koordinator Tim Basarnas, Jumat (30/1/2015

Setelah penemuan itu di tanggal 27 Januari, penemuan berlanjut keesokan harinya dengan menemukan dua jenazah hingga hari keempat. Total jenazah yang ditemukan itu sebanyak enam dengan kondisi hancur tanpa kepala dan lengan.

Rentetan temuan itu, membuat sejumlah Basarnas seperti Denpasar, Balikpapan dan Palu ikut ambil bagian dalam penyisiran itu karena hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan bantuan dari unsur TNI.

"Untuk sementara ini yang melakukan penyisiran ke perairan itu hanya anggota Basarnas dan kita mulai memperluasnya dengan ditemukannya di Pinrang, Sulawesi Selatan," katanya.

Selain anggota Basarnas yang turut serta dalam pencarian itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian serta Palang Merah Indonesia.

Sementara untuk penyisirannya dimulai dari Perairan Parepare melintasi Barru, Sulawesi Selatan. Untuk penyisiran ini dilakukan oleh tim Basarnas dari Kalimantan dan Makassar, sedangkan untuk wilayah Majene, Sulawesi Barat oleh tim Basarnas dari Makassar, Palu dan Denpasar.(ant/utr)

Berita Terkait

Baca Juga