- Advertisement -
HomeNewsAktivis HAM: Penindakan dan Penanganan Terorisme yang Abaikan Hak Tersangka Lahirkan Teroris...

Aktivis HAM: Penindakan dan Penanganan Terorisme yang Abaikan Hak Tersangka Lahirkan Teroris Baru

Covesia.com – Aktivis HAM dari Sumatera Barat, Muhammad Fauzan Azim menilai proses penindakan yang dilakukan aparat dalam penanganan teorisme yang cenderung mengabaikan hak-hak tersangka lah yang justru melahirkan teroris-teroris baru

Kondisi ini lanjut Fauzan bertumpang tindih  dengan tumbuhnya solidaritas mekanisme diantara mereka yang sudah terpapar dengan persepsi subjektif dimana negara dipersepsikan secara negatif.

“Tak terkecuali ini terjadi di Sumbar. Bahkan keluarga mereka tidak mengetahui keberadaan terduga teroris ini,” ungkapnya melalui pesan Whatsapp, Senin (29/7/2019).

“Seperti hak untuk dikunjungi keluarga maupun penasihat hukumnya, ataupun semua hak-hak yang semestinya dinikmati semua orang yang berhadapan dengan hukum secara tidak lansung menjadikan mereka berprespektif negatif terhadap negara,” tambahnya.

Pada dasarnya menurut Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar ini terorisme bisa terjadi di mana saja. Ia juga mengatakan yang paling berkontribusi terhadap tumbuhnya paham terorisme itu adalah faktor internal individu, lalu faktor ketidakadilan penguasa dalam distribusi ekonomi, itu sesungguhnya tumpang-tindih.

Oleh karena itu, lanjut Fauzan, ia sangat tidak setuju jika Sumbar disebut sebagai sarang teroris karena itu stigmatisasi yang terlalu dipaksakan.

“Barangkali hal ini yang perlu diluruskan, saya kira kalau ada riset yang bisa dipertanggungjawabkan untuk meng-counter isu bahwa sumbar adalah sarang teroris, silahkan saja dipaparkan oleh pihak yang berkepentingan,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) mengatakan, anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Barat (Sumbar), Novendri, telah merencanakan aksi teror ke markas-markas polisi. Novendri disebut tergabung dalam JAD Sumbar pimpinan May Yusral alias Umar, yang ditangkap pada Agustus 2018.

“Kelompok ini telah mensurvei beberapa tempat di wilayah hukum Polda Sumatera Barat yaitu Polda Sumatera Barat, Mako Brimob Polda Sumatera Barat, Polresta Padang, Polres Bukittinggi, Polsek Padang Utara, Polsek Koto Tangah, pos lalu lintas Masjid Raya Sumatera Barat dan pos lalu lintas di samping di samping tempat perbelanjaan Plaza Andalas,” kata Brigjen Dedi Prasetyo dikutip dari detik.com.

Baca: Ketua Gebu Minang Boy Lestari Sayangkan Pernyataan Polri Sumbar Sarang Teroris

(utr)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya