Komisaris BCA Yakin Terget Pertumbuhan Ekonomi 2015 Terlampaui

Yogyakarta – Komisaris PT. Bank Central Asia
(BCA) Cyrillius Harinowo mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi
pemerintah dalam APBN 2015 sebesar 5,8 persen dapat terlampaui, didorong
oleh mulai terbangunnya konektivitas dan membaiknya kinerja industri. “Saya malah yakin 5,8 persen dapat terlampaui, atau malah sampai 6
persen,” kata dia dalam diskusi “2015 Economy Outlook” di Yogyakarta,
Jumat (7/11/2014).

Menurut Cyrillius, proyek tol laut Presiden Joko
Widodo (Jokowi) yang sebenarya sudah dimulai dengan konsep Pendulum
Nusantara akan memberikan dampak signifikan untuk penurunan biaya
logistik. “Sekarang kita masih perlu biaya logistik 2000
dollar AS dari Priuk ke Sorong. Itu biaya pengiriman akan turun
signifikan dengan Pendulum,” ujarnya.

Dengan begitu, ujar
dia, diharapkan harga barang, terutama bahan pokok, akan lebih murah,
dan mengakibatkan meningkatnya daya konsumsi masyarakat. Cyrillius menuturkan pengembangan konektivitas juga tentunya akan
meningkatkan kinerja industri, sehingga diharapkan dapat memulihkan
kinerja ekspor.

Di sisi lain, meskipun sektor manufaktur
masih tampak lesu, Cyrillius meyakini kinerja beberapa sektor industri
pada 2015 akan mengkilap, didorong oleh lahirnya berbagai industri
penunjang, selain pengembangan infrastruktur dan padatnya investasi. “Kita dapat mengurangi impor bahan baku secepatnya. Dan sekarang
juga perbankan terus giatkan sektor industri untuk substitusi impor,”
ujar dia.

Kepercayaan investor terhadap pemerintah juga,
ujar dia, akan menggenjot investasi langsung ke sektor rill, sehingga
memudahkan pelaku industri untuk ekspansif. Menurut dia,
sektor industri otomotif adalah sektor yang paling prospektif, dengan
perkiraan pertumbuhan penjualan mobil dapat mencapai dua hingga tiga
juta unit dalam beberapa tahun ke depan. “Saya perkirakan kita akan menjadi raksasa Asia di otomotif,” ujar dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan mobil tercatat di level 1,2 juta unit. Cyrillius memperkirakan, investasi juga akan mendorong kinerja
industri strategis seperti industri kedirgantaraan, dan industri untuk
teknologi dan informasi. “Kita saat ini sedang siapkan
pesawat N 219 dan R 80. Itu akan menjadi kebanggaan kita. Selain itu,
LAPAN dan PINDAD juga mulai mengembangkan industri roket,” ujarnya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

3 × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password