Kerajinan Bali Punya Pangsa Pasar Ekspor Sendiri

Denpasar – Aneka barang kerajinan Bali yang
dibuat dengan rancang bangun (desain) yang dikombinasikan dengan budaya
lokal, mempunyai pangsa pasar tersendiri di pasar ekspor, sehingga tidak
terlalu mengkhawatirkan terhadap persaingan dari negara tetangga. “Barang kerajinan Bali memang mendapat persaingan dari negara lain
seperti Tiongkok, Vietnam dan India, tetapi semua itu tidak perlu
merisaukan karena sama-sama memiliki pangsa pasar tersendiri,” kata
Ketut Nadia, pengusaha aneka kerajinan di Gianyar, Minggu (9/11/2014).

Apalagi produk asal Tiongkok memiliki citra sebagai produk yang murah
dengan kualitas yang rendah, dan kondisi itu menguntungkan bagi Bali.
Pokoknya hasil kerajinan Pulau Dewata mampu menyentuh hati calon
pembelinya tentu dengan harga terjangkau, kata dia.

Tersebar
luasnya citra kurang menguntungkan produk asal negeri Tiongkok
tersebut, menyebabkan aneka barang kerajinan sentuhan tangan-tangan
terampil perajin Bali punya pangsa pasar khusus di luar negeri, sehingga
pesanan yang diterima perajin tetap tinggi.

Walau ada
krisis ekonomi global, realisasi aneka kerajinan yang diekspor, sehingga
perolehan devisa aneka kerajinan dan komoditas nonmigas lainnya selama
2014 hingga September sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali
mencapai 399 juta dolar AS.

Perekonomian global belum pulih
benar, tetapi perolehan devisa dari perdagangan aneka barang kerajinan
dan nonmigs lainnya masih ada kenaikan 1,32 persen, sembilan bulan
I-2014, jika dibandingkan periode sama 2013 hanya 303 juta dolar.

Hal yang cukup menggembirakan itu, berkat kerajinan Bali yang
tadinya mendapat persaingan ketat dari negara tetangga, masih laku
terjual dengan cukup memadai bahkan ada peningkatan dalam perolehan
devisa.

Nadia mengatakan, negara pesaing industri Bali dalam
memproduksi matadagangan dilakukan secara massal dengan memanfaatkan
teknologi industri sehingga mampu menghasilkan barang dalam jumlah
tertentu, namun kualitasnya rendah.

Sedangkan pengusaha dan
perajin Bali dalam menciptakan barang bernilai seni masih mempertahankan
keterampilan tangan dalam memenuhi permintaan atau pesanan yang datang
dari mitra bisnisnya di luar negeri.

Masih tinggi permintaan
pasar akan aneka barang kerajinan Bali seperti perabotan rumah tangga,
anyaman bambu yang dipadukan dengan rotan, patung kayu, mainan anak-anak
menyebabkan perolehan devisa bertambah terus. “Ini artinya
barang kerajinan yang dibuat secara artistik oleh masyarakat Bali,
memiliki pangsa pasar khusus yang tidak tergantikan,” tutur Nadia sambil
menyebutkan ada sedikitnya 17 jenis kerajinan daerah ini dipasarkan ke
luar negeri.(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password